Minggu, 27 Mei 2018

MAKALAH MEDIA BKI


BLOG SEBAGAI MEDIA LAYANAN CYBERCOUNSELING
Lili Sholihah (1154010078)
Email: lilysholihah9@gmail.com

A.    Pendahuluan
Teknologi dan Informasi dewasa ini mengalami kemajuan dan perkembangan yang begitu pesat. Bukan hanya kalangan dewasa yang memanfaatkan perkembangan di bidang Teknologi Informasi ini, sekarang ini sudah hampir semua para generasi remaja bahkan anak kecil sudah mampu memanfaatkan perkembangan bidang Teknologi Informasi. Banyak sekali fitur-fitur yang dapat diakses melalui Teknologi Informasi ini terutama melalui internet. Sehingga perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya seperti melalui jaringan internet.
Terdapat berbagai macam media yang ada pada internet. Salah satunya adalah media blog. Blog merupakan singkatan dari web log, adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan klien  tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet dalam bentuk “cyber counseling”. Layanan bimbingan dan konseling ini merupakan salah satu model pelayanan konseling yang inovatif dalam upaya menunjukkan pelayanan yang praktis dan bisa dilakukan dimana saja asalkan ada koneksi atau terhubung dengan internet. Dalam melakukan layanan Bimbingan dan Konseling melalui bentuk cybercounseling dapat menggunakan media blog. Oleh karena itu, saya tertarik untuk membuat makalah mengenai blog sebagai media layanan cybercounseling.
B.     Pembahasan
1.      Pengertian Media Blog dan Cybercounseling
a.       Pengertian Media Blog
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau  pengantar.
Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan,  peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi, dalam pengertian ini media bukan hanya alat perantara seperti tv, radio, slide, bahan cetakan, akan tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa atau menambah keterampilan.
Dapat disimpulkan bahwa media adalah alat  bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan  pengajaran.
Menurut Sumiasih (2009) Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yangpertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Bargermenggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selaludiupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarikdisertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadiyang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-fileWOrd,PDF,dll), gambar atau multimedia.
b.      Pengertian Cybercounseling
Kata cyber merupakan istilah lain dari internet. Istilah internet tentu tidak asing lagi di telinga kita, karena sejak kemunculannya pada tahun1969 dan kemudian mengalami perkembangan yang sangat pesat sekitartahun 1993/1994, kehadiran internet telah membawa perubahan yangsignifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dari sisikebebasan untuk memperoleh dan menyebarkan informasi tanpa mengenalbatas geografis.
Melakukan konseling jarak jauh yang dibantu teknologi terus tumbuh dan berkembang. Cepatnya perkembangan dan luasnya penggunaaninternet untuk memberikan informasi dan mendukung komunikasi telahmenghasilkan penciptaan bentuk-bentuk baru konseling.
Salah satu layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakanteknologi komputer khususnya internet adalah E-counseling (electroniccounseling), yang sering disebut juga dengan cybercounseling, onlinetherapy, email therapy, atau email counseling. Teknik cybercounseling merupakan satu inovasi dari beberapa penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling.
Cybercounseling atau Webcounseling, sebutan dari National Board of Certified Counselors(NBCC), adalah sebuah praktik konseling profesional dan merupakansebuah proses pengiriman pesan yang terjadi ketika klien dan konselorpada tempat yang terpisah atau dengan jarak yang berjauhan danmenggunakan media elektronik untuk berkomunikasi melalui internet.Definisi tersebut meliputi halaman web, email, chat room, tapi tidak untuktelepon dan faks.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian Cybercounseling adalah salah satu strategi bimbingan dan konseling yangbersifat virtual atau konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksiinternet.
Dalam hal ini proses konseling berlangsung melalui internet dalam bentuk web-site, e-mail, facebook, videoconference (yahoo massangger)dan ide inovatif laninnya. Sudah tentunya apabila ingin menjalankan strategi ini yang menjadi piranti utamanya adalah koneksi dengan internet tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan diatas cybercounseling dapat dilakukan melalui internet dalam bentuk web-site seperti halnya dalam bentuk blog.

2.      Tujuan Cybercounseling
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam penggunaan teknik
Cybercounseling antara lain:
a.       Menambah keterampilan komunikasi konseling, khususnya konselor.
b.      Memudahkan proses konsultasi bagi individu bermasalah yang inginmenyelesaikan masalahnya dengan cepat dan tepat, fleksibel dalam waktu dan tempat.
c.       Menyediakan ruang bantuan menanggapi postingan remaja dan anakyang bermasalah dengan tetap memperhatikan asas kerahasiaan.
d.      Gerakan pemberdayaan dan konstruktif.

3.      Strategi Cybercounseling melalui Website/Weblog
Website adalah sebuah cara untuk menampilkan diri di Internet. Dapat diibaratkan Website adalah sebuah tempat di Internet, siapa saja di dunia ini dapat mengunjunginya, kapan saja mereka dapat mengetahui tentang sesuatu, memberi pertanyaan kepada kita, memberikan anda masukan dan dapat mendownload data yang ditampikan. Website/weblog memungkinkan untuk dapat melakukan layanan informasi yang terkait dengan bimbingan dan konseling. Dalam melakukan layanan ini, sudah tentunya harus memiliki website atau weblog tersendiri yang sudah online di internet. Dengan dimilikinya alamat web oleh masing-masing konselor pada setiap sekolah, maka tidak menutup kemungkinan bagi konselor untuk menulis berbagai hal yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling di instansinya. Adapun jenis layanan yang bisa diupayakan lewat website adalah lebih cendrung pada layanan informasi ,tentang bimbingan pribadi,karir, belajar,dan sosial. Untuk dapat memenuhi layanan tersebut, maka konselor sudah pastinya menulis berbagai informasi yang dibutuhkan oleh siswa pada alamat website yang sudah dibuat di atas. Misalnya membuat layanan informasi mengenai segala hal yang terkait dengan TI dalam BK seperti tampak pada gambar. Dengan demikian seyogyanya konselor memiliki bahan yang lengkap untuk ditampilkan di alamt websitenya. Dengan mengupayakan layanan ini, konselor akan lebih banyak menghemat waktu dari segi penyampaiannya, diabndingkan penyampaian di sekolah akan memakan cukup banyak waktu. Dengan menyampaikan materi layanan di website ini maka konseli/siswa dapat mengakses atau mendownload data tersebut kapanpun juga.

4.      Pengembangan Blog sebagai Media Komunikasi BK
Tujuan umum media blog sebagai media komunikasi BK menurut Handono (2013: 112) adalah:
sebagai media penunjang pelaksanaan bimbingan dan konseling sebagai alat bantu dalam kegiatan layanan informasi sebagai media yang dapat mengefisiensi waktu konseli dan konselor sarana yang mempermudah konselor dalam penyampaian materi informasi, khususnya perguruan tinggi sarana informasi dan komunikasi antara konselor dengan konseli tanpa tatap muka.
Sedangkan tujuan khusus media menurut Handono (2013:112) adalah:
a.       Dapat mempermudah konseli dalam mengakses informasi.
b.      Dapat mengefisiensi waktu konselor dan konseli Internet merupakan media yang cukup digemari oleh remaja sekarang, Perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan oleh konselor dan konseli kearah yang positif.
c.       Mempermudah konselor dan konseli dalam kegiatan layanan informasi, Sebagai media pendukung.
Kajian yang berkaitan menurut Nursalim (Efendi, 2014), layanan informasi ialah kegiatan bimbingan untuk membantu  dalam mengenal lingkungannya yang dapat dimanfaatkan untuk saat sekarang maupun yang akan datang. Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil keputusan. Terkait dengan pemanfaatan media dalam pelaksanaan bimbingan karir sebagai sarana informasi karir bagi siswa maka pengadaan media dapat menggunakan media yang sudah ada yang dibuat oleh pihak tertentu (produsen media) dan kita dapat langsung menggunakannya. menurut Santosa (2007) untuk membuat blog terdapat bebarapa hal yang perlu dilakukan, yaitu: email, memilih tipe blog dan memilih penyedia blog yang ada secara online seperti blogger, multiply, blogsome, wordpress dan lainnya.
5.      Kelebihan dan Kelemahan Cybercounseling
a.       Kelebihan Cybercounseling
Adapun kelebihan menggunakan strategi layanan bimbingan dan konseling berbasis cyber counseling yaitu:
1.      Dapat menghemat waktu. Melalui cyber counseling, konselor dapat melakukan layanan dimana saja walaupun tempatnya berjauhan, terutama bagi siswa yang membutuhkan layanan saat itu juga. Disamping itu, lewat website yang dibuat pada masing-masing sekolah, siswa bisa mengakses informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
2.       Menghemat biaya. Khususnya bagi konselor yang menggunakan model videoconference untuk berkomunikasi antar konselor, bisa langsung bertatap muka secara virtual, sehingga dengan fasilitas ini akan dapat menekan biaya bila tempat antar konselor berjauhan.
3.      Dapat meningkatkan kualitas konselor dan konseli terutama dalam penguasaan teknologi khususnya internet dan komputer di zaman yang semakin berkembang.
4.      Konselor yang menjalankan cyber counseling sudah tentunya memiliki nilai lebih dalam aspek strategi layanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi.
5.      Bagi mereka yang belum mengenal internet, dengan adanya sosialisasi cyber counseling maka konselor yang masih awam akan bisa mempelajarinya. Dengan demikian tidak ada istilah ketinggalan jaman atau gagap teknologi. Sudah tentunya hal tersebut diimbangi dengan usaha dan kemauan keras untuk menguasai teknologi tersebut, dan lain sebagainya.
b.      Kelemahan Cyber Counseling
Di samping beberapa kelebihan yang diungkapkan di atas, sudah tentunya cyber counseling ini memiliki kelemahan tersendiri.Adapun beberapa kelemahan dalam cyber counseling, yaitu:
1.      Biaya awal untuk mempersiapkan cyber counseling yang cukup besar, seperti : komputer dan aplikasinya, internet dan perangkatnya.
2.      Profesionalitas kemampuan konselor dalam penguasaan teknologi. Bagi konselor maupun konseli yang awam dengan internet sudah tentunya tidak bisa menjalankan program ini, sehingga perlulah diadakan pelatihan khusus.
3.      Tinggi rendah sinyal internet. Besar kecilnya sinyal internet akan sangan mempengaruhi kecepatan koneksinya, terutama dalam menjalankan videoconference yang membutuhkan sinyal internet yang baik.
4.      Upaya memanajemen strategi layanan. Bagaimana pihak konselor memanajemen layanan ini akan menentukan keberhasilan tujuan yang akan dicapainya.
5.      Keikhlasan konselor untuk memberikan layanan secara non formal. Bagi konseli yang membutuhkan layanan di luar jam sekolah/non formal, dibutuhkan keiklasan tersendiri.
6.      Pemanfaatan internet untuk tindakan yang negatif. Supaya tidak memberikan pengaruh negatif pada siswa dari belajar internet, maka sejak dini siswa diajarkan pula dasar budi pekerti sebagai landasan untuk mengetahui baik buruknya suatu tindakan yang dilakukan.
C.    Penutup
1.      Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Media merupakan alat  bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan  pengajaran. Sedangkan blog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadiyang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-fileWOrd,PDF,dll), gambar atau multimedia. Jadi, media blog merupakan alat bantu untuk memberikan layanan informasi seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-fileWOrd,PDF,dll), gambar atau multimedia dengan mudah.
Sedangkan cybercounseling adalah salah satu strategi bimbingan dan konseling yangbersifat virtual atau konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksiinternet. Strategi layanan BK ini dapat dilakukan melalui jaringan internet dalam bentuk blog yang tentunya memiliki strategi, kelemahan dan kelebihan tersendiri. Dengan begitu, website/blog ini dapat menjadi suatu pilihan dalam media layanan BK karena dengan blog ini dapat tersampaikan informasi-informasi yang dapat memberikan pesan positif kepada para pembacanya.



                                                DAFTAR PUSTAKA
Onggo, B.J. 2005.  Cyber Bronding Through Cyber Marketing. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Yuliefizar. 2008. 10 Jam Mnguasai Teknologi Dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Mustakim, Zainal. 2011. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan & Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Djamarah, S.B. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rieneka Cipta.
Efendi. 2013. Pengembangan Media Blog dalam Layanan Informasi Bimbingan dan Konseling. Jurnal BK UNESA (online),Vol. 1, No. 1, (http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal/article/view/1951/bacaartikel, (Diakses 19 Februari 2018)
Gibson, Robert L & Marianne H. M. 2011. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurihsan, A.J. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Refika Aditama.
Aisah, R. A. 2012. “Bimbingan Dan Konseling Islami Dengan Cybercounseling Dalam Menangani Dilema Remaja Untuk Memilih Pasangan Hidup Di Tawang Sari, Taman-Sidoarjo”, Skripsi. Surabaya: Perpustakaan IAIN Sunan Ampel.
Handono. 2013. Pengembangan Materi Layanan Informasi Studi Lanjut Melalui Media Blog di SMA Negeri 4 Bojonegoro. Jurnal BK UNESA, (online), Vol. 4 , No. 1 (http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal bk unesa/article/view/6232/ baca-artikel, Diakses 19 Februari 2018).


LAPORAN HASIL MUTU LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 1 PABUARAN KAB.CIREBON


MUTU LAYANAN BK DI SMPN 1 PABUARAN
LAPORAN

KATA PENGANTAR

Puji  syukur penulis panjatkan atas Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan Laporan ini  yang berjudul Layanan Bimbingan dan Konseling di MTs. Muslimin Bojongpicung. Laporan ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Pendidikan.
Melalui laporan ini, di harapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang masalah-masalah dilembaga pendidikan, sistem manajemen layanan bimbingan dan konseling pendidikan, mutu layanan BK, komponen BK di lembaga pendidikan serta ragam bimbingan di lembaga pendidikan
  Semoga laporan observasi ini memberi banyak pengetahuan dan gambaran mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dan bisa bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu. Semoga Allah SWT, meridhoi usaha penulis dan semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi kita semua. Aamiin.


                                                                                    Bandung, 16 Mei 2018


Penulis



DAFTAR ISI

BAB III HASIL OBSERVASI..................................................................................16
BAB IV PENUTUP....................................................................................................27
DAFTARPUSTAKA...................................................................................................28
LAMPIRAN................................................................................................................30
 KATA PENGANTAR

Puji  syukur penulis panjatkan atas Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan Laporan ini  yang berjudul Layanan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Pabuaran. Laporan ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Pendidikan.
Melalui laporan ini, di harapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang masalah-masalah dilembaga pendidikan, sistem manajemen layanan bimbingan dan konseling pendidikan, mutu layanan BK, komponen BK di lembaga pendidikan serta ragam bimbingan di lembaga pendidikan
  Semoga laporan observasi ini memberi banyak pengetahuan dan gambaran mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dan bisa bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu. Semoga Allah SWT, meridhoi usaha penulis dan semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi kita semua. Aamiin.


                                                                                    Bandung, 16 Mei 2018


Penulis



DAFTAR ISI

BAB III HASIL OBSERVASI..................................................................................16
BAB IV PENUTUP....................................................................................................27
DAFTARPUSTAKA...................................................................................................28
LAMPIRAN................................................................................................................30


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan pendidikan nasional dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan pendidikan nasional menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dirumuskan sebagai berikut : pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dalam mencapai tujuan tersebut tentunya bukan hanya aspek kognitif saja yang harus dikembangkan tetapi juga aspek-aspek lain yang ada didalam diri peserta didik yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan tersebut.
Dalam memenuhi aspek-aspek yang ada didalam diri peserta didik tentunya membutuhkan layanan bantuan di sekolah. Konselor dan guru merupakan suatu tim yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan. Keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif (Soetjipto & Raflis ,2007:64-65). Dengan demikian, layanan bimbingan dan konseling di sekolah itu menjadi layanan bantuan yang sangat penting. Layanan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi salah satu komponen penunjang pendidikan dan sangat berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang terorganisir dengan baik.
Melihat pentingnya layanan bimbingan dan konseling di sekolah, saya melakukan kunjungan di sekolah SMPN 1 Pabuaran Kab.Cirebon untuk melakukan penelitian mengenai mutu layanan bimbingan dan konseling yang ada di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen BK, Komponen BK, Kualitas BK yang ada di sekolahan tersebut.
B. Tujuan Observasi
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.      mengetahui bagaimana Sistem manajemen layanan BK di SMPN 1 Pabuaran
2.      mengetahui apa dan bagaimana saja komponen BK yang ada di SMPN 1 Pabuaran
3.      Mengetahui apa saja ragam layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran
4.      Melakukan analisis mutu layanan BK di SMPN 1 Pabuaran


BAB II
KAJIAN TEORITIK
A. Sistem Manajemen Layanan BK
            Istilah manajemen berasal dari kata kerja (bahasa Inggris) “manage” yang berarti mengurus, mengatur,melaksanakn, dan mengelola   (John M. Echol & Hasan saddily). Manajemen menurut arti katanya adalah metode atau teknik untuk mengelola (mengatur) berbagai sumber daya supaya menjadi optimal untuk menghasilkan produk (barang, jasa, tujuan) tertentu.
Definisi menejemen mengalami perkembangan dari masa ke masa tergantug kebutuhan organisasi, sehingga definisi manajemen yang dikemukakan para ahli sangat beragam
Apabila diterapkan dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, maka manajemen bimbingan dan konseling adalah segala upaya atau cara yang digunakan kepala sekolah untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana/prasarana) dan sistem informasi berupa himpunan data bimbingan untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan. Prinsip-prinsip dalam Manajemen Pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi : planning, organizing, actuating & controlling.
            Dengan demikian, sistem manajemen layanan BK merupakan sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu dalam segala upaya atau cara yang digunakan kepala sekolah untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana/prasarana) dan sistem informasi berupa himpunan data bimbingan untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan.
Seperti definisi yang telah disebutkan diatas, tentunya sistem manajemen layanan BK memiliki beberapa komponen-komponen didalamnya diantaranya:
1. Perencanaan dan Pengorganisasian Layanan BK
            Bimbingan dan konseling dalam gerak dan pelaksanaannya tidak pernah lepas dari perencanaan dan bersistem. Hal ini bertujuan untuk terlihatnya konteks kontribusi bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Untuk tercapainya program perencanaan BK yang efektif dan efisien, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu ; analisis kebutuhan siswa, penentuan tujuan BK, analisis situasi sekolah, penentuan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, penetapan metode pelaksanaan kegiatan, penetapan personel kegiatan, persiapan fasilitas dan biaya kegiatan , dan perkiraan tentang hambatan kegiatan dan antisipasinya.
            Perencanaan Bimbingan dan Konseling adalah penentuan serangkaian tindakan atau usaha yang dilakukan lembaga pendidik (konselor) kepada siswa (klien) agar menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup agar tercapai tujuan yang diinginkan oleh konselor dan klien. Kegiatan yang harus direncanakan dalam bimbingan dan konseling di sekolah.
            Sedangkan Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berari suatu bentu kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota organisasi bimbingan di sekolah. (Lilis Satriah, 2018: 98-99)
2. Administrasi BK
            Pengertian administrasi menurut etimologi. Berasal dari kata latin ad dan ministrate yang berarti melayani atau membantu, dan memenuhi. Dari kata itu terbentuk kata benda administration dan kata sifat administrativus yang kemudian masuk kedalam bhassa inggris administration. Perkataan itu lalu diterjemahkakn kedalam bahsa Indonesia yaitu administrasi. 1 usaha dan kegiatan yg meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi; 2 usaha dan kegiatan yg berkaitan dng penyelenggaraan kebijakan untuk mencapai tujuan; 3 kegiatan yg berkaitan dng penyelenggaraan pemerintahan; 4 kegiatan kantor dan tata usaha;
            Sedangkan administrasi dalam arti sempat diambil dari bahasa Belanda administratie yang berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mngenai keterangan-ketrangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya antara satu sama lain. Sedangkan dalam arti luas administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atu lebih yang didasarkan asas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Administrasi program bimbingan dan konseling dimaksudkan sebagai kegiatan pengaturan lalu lintas kerja pelayanan bimbingan dan konseling sehingga kegiatan tersebut tetap lancar, efisien, dan efektif. Pengadministrasiannya dapat berupa pencatatan data murid, penyimpanannya, pelaporan, dan pengalihtanganan masalah murid kepada tenaga yang lebih ahli/relevan. (Lilis Satriah, 2018: 118-120)
3. Supervisi Kegiatan BK
            Supervisi bimbingan dan konseling merupakan satu relasi antara supervisor dan konselor (supervisee), dimana supervisor (konselor senior) memberi dukungan dan bantuan untuk meningkatkan mutu kinerja profesional suprvisee yang bertumpu pada prinsip, yaitu mengakui setiap manusia mempunyai potensi untuk berkembang. (Farid, 2013: 174)
4. Evaluasi Program BK
            Evaluasi (evaluation) adalah proses penilaian. Dalam perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan efektivitas strategi yang dilakukan dalam upaya mencapai tujuan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya. (Farid, 2013: 13)
B. Komponen BK di Sekolah
1.    Petugas Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Petugas bimbingan dan konseling di sekolah atau sering di sebut dengan konselor adalah tenaga kerja yang profesional atau di ahli bidang  itu sendiri yang mendapatkan pendidikan khusus bimbingan dan konseling, dan berijazah asli dari sarjana program studi bimbingan dan konseling.  Petugas bimbingan konseling profesional mencurahkan spenuh waktunya pada pelayanan dan konseling atau di sebut juga full time guidance and counseling.  (Tohirin, 2007: 15).
Adapula yang di sebut dengan guru bk non-profesional yaitu mereka yang keilmuaanya atau latar belakang pendidikannya bukan dari program studi bimbingan dan konseling. Mereka yang bukan mencurahan semua perhatian kepada layanan bimbingan dan konseling petugas bk atau guru bk non profesional adalah mereka yang dipilih dan diangkat tidak berdasarkan keilmuan atau latar belakang profesional.
2.    Konselor Sekolah
Konselor sekolah adalah petugas profesional yang artinya secara formal mereka telah disiapkan oleh lembaga atau institusi pendidikan yang berwenang. Mereka dididik secara khusus untuk menguasai seperangkat kompetensi yang diperlukan bagi pekerjaan bimbingan dan konseling. Jadi dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa konselor sekolah memang sengaja dibentuk menjadi tenaga-tenaga yang profesional dalam pengetahuan, pengalaman dan kualitas pribadinya dalam bimbingan dan konseling.
Oleh karena itu tugas-tugas yang diembannya pun mempunyai kreteria khusus dan tidak semua orang atau semua profesi dapat melakukanya. Tugas-tugas konselor sekolah tersebut antara lain :
a.       Bertanggung jawab tentang keseluruhan pelaksanaan layanan konseling di sekolah.
b.      Mengumpulkan, menyusun, mengelola, serta menafsirkan data, yang kemudian dapat dipergunalkan oleh semua staf bimbingan di sekolah.
c.       Memilih dan mempergunakan berbagai instrument psikologis untuk memperoleh berbagai informasi mengenai bakat khusus, minat, kepribadian, dan inteleginsinya untuk masing-masing siswa.
d.      Melaksanakan bimbingan kelompok maupun bimbingan individual (wawancara konseling).
e.       Mengumpulkan, menyusun dan mempergunakan informasi tentang berbagai permasalahan pendidikan, pekerjaan, jabatan atau karir, yang dibutuhkan oleh guru bidang studi dalam proses belajar mengajar.
f.        Melayani orang tua Wali murid ingin mengadakan konsultasi tentang anak-anaknya ( Dewa Ketut Sukardi, 1985 : 20).
Konselor adalah seorang anggota staf sekolah dan bertanggung jawa penuh terhadap fungsi bimbingan dan mempunyai keahlian khusus dalam bidang bimbingan yang tidak dapat dikerjakan oleh guru biasa. Konselor / guru pembimbing bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah dan hanya mempunyai hubungan kerjasama dengan guru serta anggota staff lainnya.
Konselor bersama kepala sekolah merencanakan program bimbingan yang sistematis yang meliputi :
a.       Program pengembangan pendidikan guru.
b.      Program konsultasi untuk guru dan orang tua.
c.       Program konseling untuk murid.
d.      Program layanan referral untuk murid.
e.       Program pengembangan dan penelitian sekolah.
f.        Penelitian hasil belajar dan layanan bimbingan lainnya. (Yusuf Dan Chatherine, 1992: 207)
Dalam menjalankan tugasnya seorang konselor sekolah harus mampu melaksanakan peranan yang berbeda-beda dari situasi ke situasi lainnya. Pada situasi tertentu kadang-kadang seorang konselor harus berperan sebagai seorang teman dan pada situasi berkutnya berperan sebagai pendengar yang baik atau sebagai pengobar/ pembangkit semangat, atau peran-peranan lain yang dituntut oleh klien dalam proses konseling.
3.    Fasilitas BK di Sekolah
Untuk kelancaran pelaksanaan program bimbingan dan konseling diperlakukan prasarana dan sarana yang memadai. Fasilitas untuk menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling menurut Prayitno (1999); antara lain:
1.    Ruang Bimbingan dan Konseling, meliputi : (1) Ruangan bimbingan dan konseling secara menyeluruh terdiri dari, letaknya, bentuknya, ukuran dan suasananya, (2) Ruangan kerja masing-masing guru pembimbing bentuknya menurut system TU atau system kotak atau lainnya sesuai dengan ukuran dan suasananya, (3) Ruangan layanan khusus, seperti ruangan konseling perorangan, konseling kelompok dan bimbingan kelompok suasana dan ukurannya disesuaikan dengan jenis layanan tersebut.
2.    Perlengkapan administrasi bimbingan dan konseling, meliputi : (1) Himpinan data, (2) Instrumentasi bimbingan konseling, (3) Kelengkapan kantor/kerja, (4) Kelengkapan elektronik, (5) Kelengkapan tertulis.
3.    Mengumpulkan dan mengelola data, meliputi : (1) Kegiatan bimbingan dan konseling tersebar pada empat bidang, yaitu bidang pribadi, social, belajar dan kerier, (2) Satuan layanan bimbingan dan konseling disertai bukti fisik, (3) Satuan layanan pendukung bimbingan dan konseling disertai bukti fisik, (4) Laporan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling disertai bukti fisik.
C. Masalah – Masalah di Lembaga Pendidikan
1. Masalah- Masalah Siswa di Sekolah
Siswa di sekolah sebaga makhluk sosial dan indidu pasti memiliki masalah, dengan taraf masalah antara siswa satu dengan yang lain pastilah berbeda. Tohirin (2007: 111) mengungkapkan bahwa siswa di sekolah  akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan dengan:
a.       Perkembangan Individu
b.      Perbedaan Individu
c.       Kebutuha Individu
d.      Penyesuaian diri dan kelaian tingkah laku
e.       Masalah belajar
M. Hamdan Bakran Adz-Dzaky (2001) mengklasifikasikan masalah individu termasuk siswa sebagai berikut:
1)      Masalah atau kasus yang berhubungan problematika individu dengan Tuhannya.
2)      Masalah individu dengan dirinya sendiri
3)      Individu dengan lingkungan keluarga
4)      Individu dengan lingkungan kerja
5)      Individu dengan lingkungan sosialnya
Beberapa contoh masalah-masalah di sekolah yang dikemukakan dalam Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling
a)      Prestasi belajar rendah atau di bawah rata-rata atau merosot
b)      Kurang berminat pada bidang studi tertentu
c)      Bentrok dengan guru
d)      Melanggar tata tertib
e)      Membolos
f)       Terlambat masuk sekolahPendiam
g)      Kesulitan alat pelajaran
h)      Bertengkar atau berkelahi
i)       Sukar menyesuaikan diri          
2.         Masalah Berkenaan dengan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarna sekolah sangat penting dalam dunia pendidikan karena sebagi alat pegerak suatu pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik sevara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Menurut bafadal ( 2004:2 ) sarana pendidiakn adalah semua perangkat perlatan, bahan, dan perabot yang secara langsung di gunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang scara tidak langsung menunung pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.
D. Ragam Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah
1. Ragam Bimbingan Menurut Masalah
Menurut Bimo Walgito ( 1982: 11 ) Dilihat dari masalah individu ada empat jenis bimbingan yaitu :
a.       Bimbingan akademik
Bimbingan akademik adalah bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi serta memecahkan masalah masalah yang berhubungan dengan akademik. Adapun macam masalah akademik yaitu : pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan, cara belajar serta penyelesaian tugas-tugas.
b.      Bimbingan sosial pribadi
Bimbingan ini merupakan bimbingan untuk membantu seorang individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial pribadi. Masalah sosial pribadi seperti : masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta permasalah pemahaman sifat dan kemampuan diri.
c.       Bimbingan karir
Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu seorang individu dalam perencanaan, pengembangan serta pemecahan masalah karir yaitu : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, perencanaan dan pengembangan karir
d.      Bimbingan Keluarga
Bimbingan keluarga merupakan upaya pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis.
2. Ragam Layanan Bimbingan
Program bimbingan dan konselng mengandung empat komponen layanan, yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan; (2) pelayanan responsif; (3) perencanaan individual; dan (4) dukungan sistem.
a.       Pelayanan Dasar
Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka anjang sesuai dengan tahap dan tugas perkembangannya agar mampu memilih dan mengambil keputusan dalam kehidupannya. Dibutuhkan instrument asesmen yang terstruktur untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman.
Pelayanan ini bertujuan agar konseli memiliki (1) pemahaman tentang diri dan lingkungannya; (2) mampu mengembangkan keterampilannya; (3) mampu menangani masalah dan memenuhi kebutuhannya; (4) mampu mengembangkan diri untuk mencapai tujuan hidupnya. Fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, akadesik, dan karir.
b.      Pelayanan Responsif
Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli dalam menghadapi kebutuhan dan masalah yang membutuhkan bantuan dengan segera. Layanan ini lebih bersifat preventif dan kuratif. Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi. Tujuan layanan ini adalah membantu konseli yang mengalami hambatan dan kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya yang dirasakan saat itu. Fokus pengembanganya bergantung pada masalah dan kebutuhan konseli.
Isi layanan responsif ini adalah bidang (1) pendidikan misalnya pemilihan jurasan, minat, dan bakat; (2) belajar misalnya mengatasi kesulitan belajar; (3) sosial seperti kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan; (4) pribadi seperti kesulitan mengambil keputusan; (5) karier seperti kesulitan memenuhi syarat atau kriteria suatu pekerjaan; (6) tata tertib sekolah; (7) narkotika dan perjudian; (8) perilaku seks bebas.
a.       Perencanaan Individual
Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktifitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersdia di lingkungannya.
Tujuan layanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi konseli untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Tujuan dan keputusan ditentukan sendiri oleh konseli.
b.      Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur, dan pengembangan kemampuan konselor secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
3. Ragam Teknik Bimbingan
Teknik bimbingan yang digunakan untuk membantu perkembangan individu yaitu:
a.       Konseling
Konseling merupakan suatu bantuan yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku individu.Konseling dilaksanakan melalui wawancara langsung dengan individu.Konseling tersebut ditujukan kepada individu yang normal,bukan yang mengalami gangguan kejiwaaan,melainkan hanya mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dalam suatu pendidikan ,pekerjaan,dan kehidupan sosial.
b.      Nasihat
Nasihat merupakan suatu teknik bimbingan yang diberikan kepada konselor atau pembimbing.Dalam pemberian nasihat harus berdasarkan pada suatu masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh individu(Klien).
c.       Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok merupakan suatu bantuan kepada individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok.Bimbingan kelompok berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok dalam membahas masalah-masalah pendidikan pekerjaan,pribadi,dan sosial.
d.      Konseling Kelompok
merupakan suatu bantuan pada individu dalam situasi kelompok,bersifat pencegahan dan penyembuhan,dengan di arahkan pada pemberian  kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya.Konseling kelompok bersifat pencegahan dalam arti bahwa individu tersebut mempunyai kemampuan normal atau berfungsi secara wajar dalam masyarakat.Sedangkan konseling kelompok yang bersifat  memberikan kemudahan  bagi pertumbuhan,artinya memberikan kesempatan ,dorongan,dan juga arahan kepada individu-individu yang bersangkutan untuk mengubah sikap dan perilakunya selaras dengan lingkungannya.
e.       Belajar Bernuansa Bimbingan
Suasana kelas dan proses belajar mengajar  yang menerapkan prinsip-prinsip bernuansa bimbingan yaitu:
a). Adanya arahan atau orientasi agar terselenggaranya belajar yang efektif,baik dalam bidang studi yang diajarkan.
b). Menerima dan memperlakukan individu sebagai individu yang mempunyai harga diri dengan memahami kekurangan ,kelebihan,dan masalah-masalahnya.
c). Membina hubungan yang dekat dengan individu,menerima individu yang akan berkonsultasi dan meminta bantuan.
d). Meemberikan bantuan kepada individu yang menghadapi kesulitan,terutama yang berhubungan dengan bidang studi yang diajarkan.
e). Pemberian informasi  tentang masalah pendidikan,pengajaran,dan jabatan/karir. 
E. Mutu Layanan BK di lembaga Pendidikan
1. Mutu Layanan Bimbingan dan Konseling
Sampai saat ini mutu layanan bimbingan dan konseling masih merupakan suatu konsep yang belum mantap. Berbagi car berpikir telah dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu layanan bimbingan dan konseling tapi dalam kenyataan konsepsi tentang mutu ini masih tetap bergerak dalam bentuk- bentuk yang masih bersifat rethorical. Konsep mutu layanan bimbingan dan konseling belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam ukuran dan tindakan yang lebih nyata.
Apabila kita merujuk pada konsep mutu yang di kemukakan oleh wiliam J. Kolarik ( Ahmad Juntika, 2011 :55 ) mutu layanan bimbingan dan konseling adalah mutu layanan bimbingan dan konseling yang mampu memenuhi apa yang di harapkan oleh klien atau konseli.
2. Mutu Proses Layanan Bimbingan dan Konseling
Dalam dunia pendidikan, proses pendidikan yang bermutu mengacu pada kemampuan lembaga , mengintegrasikan, mendistribusi, mengelola,dan mendayagunakan  sumber-sumber pendidikan secar optimal sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam belajar lulusan.
Berdasarkan proses pendidikan yang bermutu, maka proses layanan dan konseling yang bermutu adalah layanan bimbingan dan konseling yang mampu mengintegrasikan , mendistribusikan, mengelola, fasilitas, serta pembiayaan bimbingan dan konseling secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi siswa.
3. Mutu Produk Layanan  Bimbingan dan Konseling
Bila kita memandang mutu layanan bimbingan dan konseling dari sisi produk, maka layanan bimbingan dan konseling yang bermutu mampu mengembangan setiap individu seoptimal mungkin sesuai dengan harapan sisiwa, masyarakat dan pemerintah. Laily ( 2011 ) menjelaskan harapan- harapan tersebut berdasarkan objeknya, yaitu:
a.       Harapan Siswa
b.      Harapan Orang tua
c.       Harapan Guru Bidang Studi
d.      Harapan Kepala sekolah
e.       Harapan Pemerintah



BAB III
HASIL OBSERVASI
A. Metode Penelitian
            Penelitian di SMPN 1 Pabuaran ini dilakukan dengan metode penggalian data melalui wawancara kepada pihak-pihak terkait di SMPN 1 Pabuaran. Dilaksanakan pada hari sabtu, 12 Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen layanan BK, komponen BK, ragam layanan BK, dan untuk menganalisis mutu layanan BK yang ada di SMPN 1 Pabuaran kab.cirebon.
B. Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data dalam penyusunan laporan ini mengggunakan observasi langsung kelapangan dan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMPN 1 Pabuaran Kab.Cirebon.
C. Lokasi Penelitian
            Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 PABUARAN JL. P. Sutajaya No. 142 Kec. Pabuaran – Kab. Cirebon Phone. 0231 8665731 E-Mail : smpnegeripabuaran@gmail.com.
D. Narasumber
1.         Nama               : MARDIANAH
            Jenis kelamin   : Perempuan
            Jabatan                        : Koordinator BK
2.         Nama               : IKE ERIKA RAKI PUTRA
            Jenis kelamin   : Perempuan
            Jabatan                        : Staf BK
E. Sistem Manajemen Layanan BK
1. Perencanaan dan Pengorganisasian Layanan
a.       Struktur Organisasi BK SMPN 1 Pabuaran
Orang Tua Siswa
Instansi Pemerintah/Swasta, organisasi, profesi (ABKIN, PGRI), para ahli (dokter, Psikolog)
                                                           
KOORDINATOR BK : MARDIANAH, S.Sos.I (siswa asuh: IX A,B,C,D,E,F,G,H dan VII E,F,G,H)
STAF BK                    : IKE ERIKA RAKI PUTRA, S.Pd (siswa asuh: VII A,B,C,D,E,F,G,H dan VIII A,B,C,D)
b.      Visi dan Misi BK SMPN 1 Pabuaran
Dalam layanan BK di SMPN 1 Pabuaran ini tentunya terdapat visi dan misi tersendiri.
Visi:
Bimbingan dan Konseling adalah upaya pengembangan seluruh siswa SMPN 1 Pabuaran untuk menjadi individu yang BERIMAN (Berprestasi, Religius, Inovatif, Mandiri, Asri dan Nyaman)
Misi:
1.Memfasilitasi siswa agar dapat mencari tugas perkembangan seoptimal mungkin.
2.Meningkatkan kolaborasi, konsultasi dan kerjasama dengan guru-guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua siswa serta instansi terkait.
3.Peningkatan profesionalisme guru pembimbing atau konselor melalui seminar, pelatihan atau lokakarya.
4.Memperbaiki dan melengkapi sarana yang diperlukan.
c.       program layanan BK di SMPN 1 Pabuaran sbb:
1.Layanan Orientasi
2.Layanan Informasi
3.Layanan penempatan dan penyaluran
4.Layanan penguasaan konten
5.Layanan konseling individu
6.Layanan bimbingan kelompok
7.Layanan konseling kelompok
8.Layanan konsultasi
9.Layanan Mediasi
Untuk keterangan dari program layanan BK di SMPN 1 Pabuaran terlampir di surat-surat.
2. Administrasi BK SMPN 1 Pabuaran
            Terdapat beberapa buku catatan seperti; Program Kerja, buku kasus, RPL, Satuan Layanan, Laporan Kerja. Untuk Program kerja, catatan layanan BK, RPL, satuan layanan, dan evaluasi program terlampir di surat-surat.
3. Supervisi Kegiatan BK SMPN 1 Pabuaran
Supervisi atau pengawas kegiatan BK di SMPN 1 Pabuaran tentunya sudah ada. Seperti struktur dibawah ini:
KOORDINATOR BK : MARDIANAH, S.Sos.I (siswa asuh: IX A,B,C,D,E,F,G,H dan VII E,F,G,H)
STAF BK                    : IKE ERIKA RAKI PUTRA, S.Pd (siswa asuh: VII A,B,C,D,E,F,G,H dan VIII A,B,C,D)
4. Evaluasi Program BK
            Dalam mengevaluasi program BK di SMPN 1 Pabuaran biasanya guru BK/Konselor sekolah membuat angket untuk diisi para peserta didik. Selain itu, guru BK biasanya melakukan bimbingan kelompok kemudian membagikan kertas selembar kepada para siswa untuk diisi apa saja yang sudah didapat oleh siswa tersebut.
            Untuk contoh evaluasi program terlampir di surat-surat.
D. Komponen BK di SMPN 1 Pabuaran
1. Petugas BK
            Terdapat beberapa petugas yang membantu berjalannya program layanan BK di SMPN 1 Pabuaran ini diantaranya; Guru BK/Konselor sekolah, Wali kelas, dan Kesiswaan.
a.       Guru BK bertugas sebagai yang melayani siswa dalam melakukan bimbingan dan konseling di sekolah.
b.      Wali Kelas bertugas sebagai yang mengawasi dan mengontrol siswa kemudian berkoordinasi dengan guru BK.
c.       Kesiswaan bertugas sebagai yang mengontrol siswa kemudian  berkoordinasi dengan guru BK untuk menangani siswa-siswa yang bermasalah.
2. Konselor Sekolah
            Konselor sekolah di SMPN 1 Pabuaran itu guru BK dan juga staff BK.
KOORDINATOR BK : MARDIANAH, S.Sos.I (siswa asuh: IX A,B,C,D,E,F,G,H dan VII E,F,G,H)
STAF BK                    : IKE ERIKA RAKI PUTRA, S.Pd (siswa asuh: VII A,B,C,D,E,F,G,H dan VIII A,B,C,D)
3. Fasilitas BK
            Fasilitas yang telah diberikan pihak sekolah untuk layanan bimbingan dan konselig di SMPN 1 Pabuaran diantaranya: 1 ruang konseling, 2 meja dan kursi untuk guru BK, lemari buku, 1 meja dan 4 kursi untuk melakukan bimbingan konseling kelompok, buku-buku administrasi BK.
            Fasilitas yang belum ada dalam layanan BK di SMPN 1 Pabuaran diantaranya: Ruang khusus konseling individu, ruang terapi, PC/komputer, dan ruang baca.
E. Masalah-Masalah yang ditangani BK Sekolah
1. Masalah yang berkaitan dengan sarana prasarana
            Menurut narasumber, untuk masalah yang berkaitan dengan sarana prasarana di sekolah guru BK di SMPN 1 Pabuaran sendiri tidak terlalu berperan dan belum pernah menangani masalah sarana prasarana yang ada di sekolah.
2. Masalah siswa dan tugas belajar
Menurut narasumber, masalah-masalah yang ditangani oleh BK sekolah itu adalah masalah dari peserta didik. Terdapat banyak masalah yang telah ditangani oleh guru BK di SMPN 1 Pabuaran, diantaranya: siswa yang bolos, siswa yang melanggar aturan sekolah, siswa merokok, siswa yang kurang berprestasi, siswa yang tidak mengerjakan tugas sekolah, siswa yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam menangani masalah-masalah tersebut, guru BK melakukan beberapa langkah-langkah tertentu, seperti:
a.       memanggil siswa yang bermasalah ke ruang konseling
b.      melakukan identifikasi masalah
c.       memberikan layanan bantuan dalam menemukan solusi dari masalah siswa tersebut baik melalui konseling kelompok maupun konseling individu.
d.      memberikan motivasi-motivasi kepada siswa tersebut
3. Masalah lainnya
            Terdapat masalah lain yang terjadi pada siswa di SMPN 1 Pabuaran selain dari masalah tugas belajarnya adapula masalah siswa seperti siswa yang mengonsumsi obat-obatan (narkotika). Dalam menangani kasus tersebut guru BK berkoordinasi dengan kesiswaan, memanggil terlebih dahulu siswa yang bermasalah tersebut dan juga orang tua dari siswa, kemudian melakukan alih tangan kasus kepada pihak kepolisian.
F. Ragam Layanan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Pabuaran
1. Layanan Dasar
            Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua siswa melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal. Terdapat beberapa strategi yang dilakukan dalam melakukan layanan dasar di SMPN 1 Pabuaran, diantaranya:
a) Bimbingan Klasikal
            Bimbingan klasikal ini biasa dilakukan oleh guru BK SMPN 1 Pabuaran dengan cara mengumpulkan para siswa kemudian guru BK/konselor memberikan suatu tema/pembahasan mengenai masalah-masalah yang sedang marak pada saat itu dan siswa disini diinstruksikan untuk memberikan pendapatnya mengenai masalah tersebut, setiap siswa diberikan kertas selembar untuk menuliskan apa saja dampak negatif maupun positif masalah tersebut, kemudian menyimpulkannya.
b) Layanan Orientasi
            Layanan orientasi di SMPN 1 Pabuaran ini biasanya dilakukan ketika ajaran baru yaitu ketika MOS (Masa Orientasi Siswa). Disini guru BK memberikan beberapa informasi mengenai sekolah,
c) Layanan Informasi
            Layanan informasi yang dilakukan di SMPN 1 Pabuaran biasanya guru BK melakukan kunjungan ke kelas-kelas untuk memberikan informasi-informasi seperti: informasi tentang jurusan, informasi tentang perbedaan sekolah khususnya pada tingkat SLTA seperti SMA, SMK, dll. Biasanya sebelum memberikan informasi-informasi tersebut biasanya guru BK memberikan angket terlebih dahulu kepada para siswa.
d) Bimbingan Kelompok
            Bimbingan kelompok yang dilakukan di SMPN 1 Pabuaran biasanya guru BK mengumpulkan para siswa sekitar 4-7 siswa di ruang BK kemudian memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh para siswa dan siswa diinstruksikan untuk menyimpulkan atau mereview ulang materi yang telah disampaikan oleh guru BK.
e) Himpunan Data
            Himpunan data ini guru BK melakukan pengumpulan data-data seperti: Data pribadi siswa, data kehadiran siswa, data psikotest, dan data sosiometri. Untuk memperoleh data-data tersebut guru BK melakukan koordinasi dengan walikelas dan juga menggunakan instrumen tes kepada para siswa.
2. Pelayanan Responsif
            Layanan Responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh siswa pada saat ini dan layanan ini diberikan kepada siswa dengan segera. Dalam pelayanan responsif di sekolah ini terdapat beberapa strategi implementasi, diantaranya:
a.       Konseling Kelompok
Konseling kelompok ini dilakukan di ruang BK oleh guru BK. Pelaksanaannya yaitu dengan cara mengumpulkan para siswa yang bermasalah ke ruang BK kemudian setiap siswa diinstruksikan untuk mengungkapkan masalahnya masing-masing yang kemudian setiap siswa memberikan bantuan solusi atau saran terhadap masalah yang dialami temannya tersebut.
b.    Konseling Individu
Konseling individu ini dilakukan oleh guru BK dan siswa di ruang BK. Pelaksanaannya yaitu dengan memanggil siswa yang bermasalah kemudian memberikan bantuan untuk menemukan solusi dari permasalahannya tersebut.
c.    Alih tangan kasus
Alih tangan ini dilakukan oleh guru BK terhadap siswa-siswa yang sudah tidak dapat ditangani oleh guru BK. Pelaksanaannya yaitu guru BK berkoordinasi dengan kesiswaan dan orang tua dari siswa yang bersangkutan kemudian dialih tangani oleh pihak yang lebih berpotensi dalam menangani kasus siswa yang bersangkutan.
d.    Konsultasi
Konsultasi ini dilakukan oleh siswa terhadap guru BK di ruang BK. Pelaksanaannya yaitu guru BK melayani siswa dalam melakukan konsultasi baik itu masalah mengenai karir, belajar, sosial, keluarga, dll.
e.    Kunjungan rumah
Kunjungan rumah dilakukan oleh guru BK ke rumah siswa yang bersangkutan. Kunjungan rumah biasanya dilakukan ketika masalah siswa sudah tidak dapat diselesaikan dengan cara melakukan konseling di ruang BK saja atau karena orang tua dari siswa tidak mau untuk berkunjung ke sekolah.
f.   Konferensi Kasus
3. Pelayanan Perencanaan Individu
Layanan perencanaan individual adalah upaya bimbingan yang bertujuan membantu seluruh siswa membuat dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karier, dan kehidupan sosial pribadinya. Terdapat strategi implementasi dari pelayanan ini, diantaranya:
a)      Pelayanan penempatan dan penyaluran
b)      kolaborasi antara guru mata pelajaran, orang tua dan pihak terkait
G. Analisis Mutu Layanan BK SMPN 1 Pabuaran
1. Mutu layanan
            Dilihat dari segi layanan sendiri SMPN 1 Pabuaran ini sudah cukup baik dan terorganisir.
- Dari segi layanan yang diberikan di SMPN 1 Pabuaran ini terdapat 4 komponen yaitu: Layanan dasar, pelayanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem. Semua komponen tersebut sudah sesuai dengan 4 Komponen layanan yang ada dalam teori seperti yang disebutkan oleh Sugeng dan Faridah (2010) bahwa Layanan bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah diklasifikasikan ke dalam empat komponen layanan yaitu: 1. Layanan dasar, 2. pelayanan responsif, 3. perencanaan individual, dan 4.dukungan sistem.
2. Mutu Proses
            Hampir sama dengan mutu layanan, mutu proses SMPN 1 Pabuaran ini cukup baik.
-          dari segi metode dalam mengevaluasi program layanan BK yang dilakukan di SMPN 1 Pabuaran ini sudah cukup baik karena sesuai dengan pendekatan Metode Evaluasi Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling menurut Shetzer dab Stone (1983) yaitu dengan menggunakan metode pendekatan dan metode survei, prosedur yang dipakai dalam pendekatan dan metode survei biasanya dengan mengumpulkan sebanyak mungkin data tentang masukan (siswa), proses, dan hasil yang merupakan keluaran program. Temuan yang diperoleh dirumuskan dalam profil yang bersifat deskriptif kuantitatif maupun kualitatif. Di SMPN 1 Pabuaran ini mengevaluasi programnya dengan cara menyebarkan angket kepada para peserta didik melalui metode bimbingan kelompok.
- Dari segi manajemen SMPN 1 Pabuaran ini cukup baik dilihat dari perencanaan programnya yang sudah sesuai yaitu adanya program  per semester, per bulan dan program mingguan seperti yang telah disebutkan oleh Djawad (2005) bahwa salah satu jenis program yang harus dirancang dan diprogramkan dalam layanan BK di sekolah yaitu program tahunan. Program tahunan ini dijabarkan menurut alokasi waktu pada setiap semester, program bulanan, bahkan program mingguan.Oleh karena itu, perlu dibuat dalam satu matriks atau schedule. Dalam program itu dicantumkan substansi kegiatan, jenis layanan menurut alokasi waktu.
- dari pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di SMPN 1 pabuaran ini sudah sesuai dengan teori yang ada. Seperti yang disebutkan oleh Maman (2006) bahwa pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan konseling di dalam jam pembelajaran sekolah / madarasah dapat dibentuk :
1)      Kegiatan tatap muka secara klasikal dan.
2)      Kegiatan non tatap muka.
3. Mutu Produk
Dilihat dari mutu produk di SMPN 1 Pabuaran ini sudah lumayan baik karena sudah banyak masalah-masalah siswa yang tertangani dengan baik dan juga koordinasi yang dilakukan oleh guru BK dengan pihak terkait dilakukan dengan baik.
-          Guru BK yang bertugas di SMPN 1 pabuaran juga sudah sesuai dengan teori tipe petugas bk yang professional menurut Tohirin (2007) dalam bukunya:
“petugas bk professional adalah mereka yang direkrut atau diangkat atas dasar kepemilikan ijazah atau latar belakang pendidikan profesi dan melaksanakan tugas khusus sebagai guru BK (tidak mengajar).”
Kedua guru BK di SMPN 1 Pabuaran semuanya merupakan lulusan dari program studi BK dan tidak mengajar pada mata pelajaran apapun di sekolah tersebut selain menjadi guru BK.
- dari segi fasilitas BK SMPN 1 Pabuaran ini masih kurang memadai karena masih belum memenuhi kriteria. Seperti yang direkomendasikan oleh ABKIN (2007) ruang Bimbingan dan Konseling di sekolah yang dianggap standar, dengan kriteria sebagai berikut:
1.Letak lokasi ruang Bimbingan dan Konseling mudah diakses (strategis) oleh konseli tetapi tidak terlalu terbuka sehingga prinsip-prinsip konfidensial tetap terjaga.
2.Jumlah ruang bimbingan dan konseling disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah ruangan
3.Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang
4.Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (a) ruang kerja; (b) ruang administrasi/data; (c) ruang konseling individual; (d) ruang bimbingan dan konseling kelompok; (e) ruang biblio terapi; (f) ruang relaksasi/desensitisasi; dan (g) ruang tamu.



BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Melihat dari tujuan pendidikan sendiri, layanan bimbingan dan konseling di sekolah itu memiliki peranan yang sangat penting. Karena melalui Bimbingan dan Konseling ini siswa dikembangkan potensinya baik dari segi kognitif, afektif, psikomotorik maupun spiritualnya. Begitupula pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran ini yang manajemen pelayanan, komponen BK, masalah yang ditangani, ragam layanan BK, dan mutu layanannya sudah cukup baik karena memenuhi prosedur yang ada. Karena ketika mutu pelayanan BK yang diberikan itu baik maka akan mudah tercapai tujuan dari Bimbingan dan Konseling itu sendiri. Tentunya masih terdapat kekurangan dari mutu layanan BK di SMPN 1 Pabuaran ini hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa hal yang belum memenuhi prosedur seperti dari komponen BK yang ada dan dari segi masalah yang telah ditangani.



DAFTAR PUSTAKA
ABKIN. 2007. Rambu-rambu penyelenggaran bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Bandung: ABKIN.
Adz-Dzaky, Hamdan Bakran. 2001. Psikoterapi dan Konseling dalam Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Bafadal, Ibrahim. 2004. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Dahlan, Djawad. 2005. Pendidikan dan Konseling di Era Global dalam perspektif Prof.Dr. M. Djawad Dahlan. Bandung: RIZQI.
Mashudi, Farid. 2013. Panduan Evaluasi & Supervisi Bimbingan dan Konseling. Jogjakarta: Diva Press.
Nurihsan,Ahmad Juntika. 2011. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Prabowo, Sugeng L & Faridah Nurmaliyah. 2010. PERENCANAAN PEMBELAJARAN, Pada Bidang Studi, Bidang Studi Tematik, Muatan Lokal, Kecakapan Hidup, Bimbingan dan Konseling. Malang: UIN MALIKI PRESS.
Prayitno. 1999. Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Satriah, Lilis. 2018. Panduan Bimbingan dan Konseling Pendidikan. Bandung: FOKUSMEDIA
Sukardi, Dewa Ketut. 1985. Pengantar Teori Konseling: Suatu Uraian Ringkas. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.
Tohirin, 2007. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Ukas, Maman. 2006. Manajemen: Konsep, Prinsip, dan Aplikasi. Bandung: Agnini.
Walgito, Bimo. 1992. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Penerbit Andi.

LAMPIRAN
DOKUMENTASI

Tampak Ruangan BK dari luar
 
Struktur Pembagian Tugas BK                                               struktur program bk dan struktur petugas konseling
   













SURAT-SURAT:

 

GUIDANCE AND COUNSELING Template by Ipietoon Cute Blog Design