BLOG SEBAGAI MEDIA LAYANAN CYBERCOUNSELING
Lili
Sholihah (1154010078)
Email: lilysholihah9@gmail.com
A.
Pendahuluan
Teknologi dan Informasi dewasa ini
mengalami kemajuan dan perkembangan yang begitu pesat. Bukan hanya kalangan
dewasa yang memanfaatkan perkembangan di bidang Teknologi Informasi ini,
sekarang ini sudah hampir semua para generasi remaja bahkan anak kecil sudah
mampu memanfaatkan perkembangan bidang Teknologi Informasi. Banyak sekali
fitur-fitur yang dapat diakses melalui Teknologi Informasi ini terutama melalui
internet. Sehingga perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam
mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi
surat kabar, audio visual elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi
lainnya seperti melalui jaringan internet.
Terdapat berbagai macam media yang ada
pada internet. Salah satunya adalah media blog. Blog merupakan singkatan dari
web log, adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang
dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa
sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor
dengan klien tidak hanya dilakukan
melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara
virtual (maya) melalui internet dalam bentuk “cyber counseling”. Layanan
bimbingan dan konseling ini merupakan salah satu model pelayanan konseling yang
inovatif dalam upaya menunjukkan pelayanan yang praktis dan bisa dilakukan
dimana saja asalkan ada koneksi atau terhubung dengan internet. Dalam melakukan
layanan Bimbingan dan Konseling melalui bentuk cybercounseling dapat
menggunakan media blog. Oleh karena itu, saya tertarik untuk membuat makalah
mengenai blog sebagai media layanan cybercounseling.
B.
Pembahasan
1.
Pengertian
Media Blog dan Cybercounseling
a. Pengertian
Media Blog
Kata
media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium
yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar.
Menurut
Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan
kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
sikap. Jadi, dalam pengertian ini media bukan hanya alat perantara seperti tv,
radio, slide, bahan cetakan, akan tetapi meliputi orang atau manusia sebagai
sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata,
simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan
wawasan, mengubah sikap siswa atau menambah keterampilan.
Dapat
disimpulkan bahwa media adalah alat
bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai
tujuan pengajaran.
Menurut
Sumiasih (2009) Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yangpertama kali
digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Bargermenggunakan
istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selaludiupdate
secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap
menarikdisertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara
garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadiyang
memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan
mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-fileWOrd,PDF,dll),
gambar atau multimedia.
b. Pengertian
Cybercounseling
Kata
cyber merupakan istilah lain dari internet. Istilah internet tentu tidak asing
lagi di telinga kita, karena sejak kemunculannya pada tahun1969 dan kemudian
mengalami perkembangan yang sangat pesat sekitartahun 1993/1994, kehadiran
internet telah membawa perubahan yangsignifikan terhadap berbagai aspek
kehidupan manusia, terutama dari sisikebebasan untuk memperoleh dan menyebarkan
informasi tanpa mengenalbatas geografis.
Melakukan
konseling jarak jauh yang dibantu teknologi terus tumbuh dan berkembang.
Cepatnya perkembangan dan luasnya penggunaaninternet untuk memberikan informasi
dan mendukung komunikasi telahmenghasilkan penciptaan bentuk-bentuk baru
konseling.
Salah
satu layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakanteknologi komputer
khususnya internet adalah E-counseling (electroniccounseling), yang sering
disebut juga dengan cybercounseling, onlinetherapy, email therapy, atau email
counseling. Teknik cybercounseling merupakan satu inovasi dari beberapa
penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling.
Cybercounseling
atau Webcounseling, sebutan dari National Board of Certified Counselors(NBCC),
adalah sebuah praktik konseling profesional dan merupakansebuah proses
pengiriman pesan yang terjadi ketika klien dan konselorpada tempat yang
terpisah atau dengan jarak yang berjauhan danmenggunakan media elektronik untuk
berkomunikasi melalui internet.Definisi tersebut meliputi halaman web, email,
chat room, tapi tidak untuktelepon dan faks.
Dari
beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian Cybercounseling
adalah salah satu strategi bimbingan dan konseling yangbersifat virtual atau
konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksiinternet.
Dalam
hal ini proses konseling berlangsung melalui internet dalam bentuk web-site,
e-mail, facebook, videoconference (yahoo massangger)dan ide inovatif laninnya.
Sudah tentunya apabila ingin menjalankan strategi ini yang menjadi piranti
utamanya adalah koneksi dengan internet tersebut.
Seperti
yang telah dijelaskan diatas cybercounseling dapat dilakukan melalui internet
dalam bentuk web-site seperti halnya dalam bentuk blog.
2.
Tujuan
Cybercounseling
Tujuan
utama yang ingin dicapai dalam penggunaan teknik
Cybercounseling antara
lain:
a. Menambah
keterampilan komunikasi konseling, khususnya konselor.
b. Memudahkan
proses konsultasi bagi individu bermasalah yang inginmenyelesaikan masalahnya
dengan cepat dan tepat, fleksibel dalam waktu dan tempat.
c. Menyediakan
ruang bantuan menanggapi postingan remaja dan anakyang bermasalah dengan tetap
memperhatikan asas kerahasiaan.
d. Gerakan
pemberdayaan dan konstruktif.
3.
Strategi
Cybercounseling melalui Website/Weblog
Website
adalah sebuah cara untuk menampilkan diri di Internet. Dapat diibaratkan
Website adalah sebuah tempat di Internet, siapa saja di dunia ini dapat
mengunjunginya, kapan saja mereka dapat mengetahui tentang sesuatu, memberi
pertanyaan kepada kita, memberikan anda masukan dan dapat mendownload data yang
ditampikan. Website/weblog memungkinkan untuk dapat melakukan layanan informasi
yang terkait dengan bimbingan dan konseling. Dalam melakukan layanan ini, sudah
tentunya harus memiliki website atau weblog tersendiri yang sudah online di
internet. Dengan dimilikinya alamat web oleh masing-masing konselor pada setiap
sekolah, maka tidak menutup kemungkinan bagi konselor untuk menulis berbagai
hal yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling di instansinya. Adapun jenis
layanan yang bisa diupayakan lewat website adalah lebih cendrung pada layanan
informasi ,tentang bimbingan pribadi,karir, belajar,dan sosial. Untuk dapat
memenuhi layanan tersebut, maka konselor sudah pastinya menulis berbagai
informasi yang dibutuhkan oleh siswa pada alamat website yang sudah dibuat di
atas. Misalnya membuat layanan informasi mengenai segala hal yang terkait
dengan TI dalam BK seperti tampak pada gambar. Dengan demikian seyogyanya
konselor memiliki bahan yang lengkap untuk ditampilkan di alamt websitenya.
Dengan mengupayakan layanan ini, konselor akan lebih banyak menghemat waktu
dari segi penyampaiannya, diabndingkan penyampaian di sekolah akan memakan
cukup banyak waktu. Dengan menyampaikan materi layanan di website ini maka konseli/siswa
dapat mengakses atau mendownload data tersebut kapanpun juga.
4.
Pengembangan
Blog sebagai Media Komunikasi BK
Tujuan
umum media blog sebagai media komunikasi BK menurut Handono (2013: 112) adalah:
sebagai
media penunjang pelaksanaan bimbingan dan konseling sebagai alat bantu dalam
kegiatan layanan informasi sebagai media yang dapat mengefisiensi waktu konseli
dan konselor sarana yang mempermudah konselor dalam penyampaian materi
informasi, khususnya perguruan tinggi sarana informasi dan komunikasi antara
konselor dengan konseli tanpa tatap muka.
Sedangkan
tujuan khusus media menurut Handono (2013:112) adalah:
a. Dapat
mempermudah konseli dalam mengakses informasi.
b. Dapat
mengefisiensi waktu konselor dan konseli Internet merupakan media yang cukup
digemari oleh remaja sekarang, Perkembangan teknologi informasi dapat
dimanfaatkan oleh konselor dan konseli kearah yang positif.
c. Mempermudah
konselor dan konseli dalam kegiatan layanan informasi, Sebagai media pendukung.
Kajian yang berkaitan menurut Nursalim
(Efendi, 2014), layanan informasi ialah kegiatan bimbingan untuk membantu dalam mengenal lingkungannya yang dapat
dimanfaatkan untuk saat sekarang maupun yang akan datang. Pemahaman yang
diperoleh melalui layanan informasi digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan
kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan
kehidupan sehari-hari dalam mengambil keputusan. Terkait dengan pemanfaatan
media dalam pelaksanaan bimbingan karir sebagai sarana informasi karir bagi
siswa maka pengadaan media dapat menggunakan media yang sudah ada yang dibuat
oleh pihak tertentu (produsen media) dan kita dapat langsung menggunakannya.
menurut Santosa (2007) untuk membuat blog terdapat bebarapa hal yang perlu
dilakukan, yaitu: email, memilih tipe blog dan memilih penyedia blog yang ada
secara online seperti blogger, multiply, blogsome, wordpress dan lainnya.
5.
Kelebihan
dan Kelemahan Cybercounseling
a. Kelebihan
Cybercounseling
Adapun kelebihan menggunakan strategi
layanan bimbingan dan konseling berbasis cyber counseling yaitu:
1. Dapat
menghemat waktu. Melalui cyber counseling, konselor dapat melakukan layanan
dimana saja walaupun tempatnya berjauhan, terutama bagi siswa yang membutuhkan
layanan saat itu juga. Disamping itu, lewat website yang dibuat pada
masing-masing sekolah, siswa bisa mengakses informasi yang dibutuhkan dengan
cepat.
2. Menghemat biaya. Khususnya bagi konselor yang
menggunakan model videoconference untuk berkomunikasi antar konselor, bisa
langsung bertatap muka secara virtual, sehingga dengan fasilitas ini akan dapat
menekan biaya bila tempat antar konselor berjauhan.
3. Dapat
meningkatkan kualitas konselor dan konseli terutama dalam penguasaan teknologi
khususnya internet dan komputer di zaman yang semakin berkembang.
4. Konselor
yang menjalankan cyber counseling sudah tentunya memiliki nilai lebih dalam
aspek strategi layanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi.
5. Bagi
mereka yang belum mengenal internet, dengan adanya sosialisasi cyber counseling
maka konselor yang masih awam akan bisa mempelajarinya. Dengan demikian tidak
ada istilah ketinggalan jaman atau gagap teknologi. Sudah tentunya hal tersebut
diimbangi dengan usaha dan kemauan keras untuk menguasai teknologi tersebut,
dan lain sebagainya.
b. Kelemahan
Cyber Counseling
Di
samping beberapa kelebihan yang diungkapkan di atas, sudah tentunya cyber
counseling ini memiliki kelemahan tersendiri.Adapun beberapa kelemahan dalam
cyber counseling, yaitu:
1. Biaya
awal untuk mempersiapkan cyber counseling yang cukup besar, seperti : komputer
dan aplikasinya, internet dan perangkatnya.
2. Profesionalitas
kemampuan konselor dalam penguasaan teknologi. Bagi konselor maupun konseli
yang awam dengan internet sudah tentunya tidak bisa menjalankan program ini,
sehingga perlulah diadakan pelatihan khusus.
3. Tinggi
rendah sinyal internet. Besar kecilnya sinyal internet akan sangan mempengaruhi
kecepatan koneksinya, terutama dalam menjalankan videoconference yang
membutuhkan sinyal internet yang baik.
4. Upaya
memanajemen strategi layanan. Bagaimana pihak konselor memanajemen layanan ini
akan menentukan keberhasilan tujuan yang akan dicapainya.
5. Keikhlasan
konselor untuk memberikan layanan secara non formal. Bagi konseli yang
membutuhkan layanan di luar jam sekolah/non formal, dibutuhkan keiklasan
tersendiri.
6. Pemanfaatan
internet untuk tindakan yang negatif. Supaya tidak memberikan pengaruh negatif
pada siswa dari belajar internet, maka sejak dini siswa diajarkan pula dasar
budi pekerti sebagai landasan untuk mengetahui baik buruknya suatu tindakan
yang dilakukan.
C.
Penutup
1.
Kesimpulan
Dari
penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Media merupakan alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai
penyalur pesan guna mencapai tujuan
pengajaran. Sedangkan blog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadiyang
memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan
mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet,
dokumen-dokumen(file-fileWOrd,PDF,dll), gambar atau multimedia. Jadi, media
blog merupakan alat bantu untuk memberikan layanan informasi seperti karya
tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-fileWOrd,PDF,dll), gambar
atau multimedia dengan mudah.
Sedangkan
cybercounseling adalah salah satu strategi bimbingan dan konseling yangbersifat
virtual atau konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksiinternet.
Strategi layanan BK ini dapat dilakukan melalui jaringan internet dalam bentuk
blog yang tentunya memiliki strategi, kelemahan dan kelebihan tersendiri.
Dengan begitu, website/blog ini dapat menjadi suatu pilihan dalam media layanan
BK karena dengan blog ini dapat tersampaikan informasi-informasi yang dapat
memberikan pesan positif kepada para pembacanya.
DAFTAR PUSTAKA
Onggo,
B.J. 2005. Cyber Bronding Through Cyber Marketing. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.
Yuliefizar.
2008. 10 Jam Mnguasai Teknologi Dan
Aplikasinya. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Mustakim,
Zainal. 2011. Strategi dan Metode
Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.
Sanjaya,
Wina. 2008. Perencanaan & Desain
Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Djamarah,
S.B. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
PT. Rieneka Cipta.
Efendi.
2013. Pengembangan Media Blog dalam Layanan Informasi Bimbingan dan Konseling. Jurnal BK UNESA (online),Vol. 1, No. 1, (http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal/article/view/1951/bacaartikel,
(Diakses 19 Februari 2018)
Gibson,
Robert L & Marianne H. M. 2011. Bimbingan
dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurihsan,
A.J. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan
Konseling. Bandung: PT. Refika Aditama.
Aisah,
R. A. 2012. “Bimbingan Dan Konseling
Islami Dengan Cybercounseling Dalam Menangani Dilema Remaja Untuk Memilih
Pasangan Hidup Di Tawang Sari, Taman-Sidoarjo”, Skripsi. Surabaya:
Perpustakaan IAIN Sunan Ampel.
Handono.
2013. Pengembangan Materi Layanan Informasi Studi Lanjut Melalui Media Blog di
SMA Negeri 4 Bojonegoro. Jurnal BK UNESA,
(online), Vol. 4 , No. 1 (http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal bk
unesa/article/view/6232/ baca-artikel, Diakses 19 Februari 2018).
0 komentar:
Posting Komentar