MUTU LAYANAN BK DI SMPN 1 PABUARAN
LAPORAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas Kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis
bisa menyelesaikan Laporan ini yang
berjudul Layanan Bimbingan dan Konseling di MTs. Muslimin Bojongpicung. Laporan
ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Pendidikan.
Melalui
laporan ini, di harapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang
masalah-masalah dilembaga pendidikan, sistem manajemen layanan bimbingan dan
konseling pendidikan, mutu layanan BK, komponen BK di lembaga pendidikan serta
ragam bimbingan di lembaga pendidikan
Semoga laporan observasi ini memberi banyak
pengetahuan dan gambaran mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling di
sekolah dan bisa bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata, kami ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu. Semoga Allah SWT, meridhoi
usaha penulis dan semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya
bagi kita semua. Aamiin.
Bandung,
16 Mei 2018
Penulis
DAFTAR ISI
BAB III HASIL OBSERVASI..................................................................................16
BAB IV PENUTUP....................................................................................................27
DAFTARPUSTAKA...................................................................................................28
LAMPIRAN................................................................................................................30
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas Kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis
bisa menyelesaikan Laporan ini yang
berjudul Layanan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Pabuaran. Laporan
ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Pendidikan.
Melalui
laporan ini, di harapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang
masalah-masalah dilembaga pendidikan, sistem manajemen layanan bimbingan dan
konseling pendidikan, mutu layanan BK, komponen BK di lembaga pendidikan serta
ragam bimbingan di lembaga pendidikan
Semoga laporan observasi ini memberi banyak
pengetahuan dan gambaran mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling di
sekolah dan bisa bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata, kami ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu. Semoga Allah SWT, meridhoi
usaha penulis dan semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya
bagi kita semua. Aamiin.
Bandung,
16 Mei 2018
Penulis
DAFTAR ISI
BAB III HASIL OBSERVASI..................................................................................16
BAB IV PENUTUP....................................................................................................27
DAFTARPUSTAKA...................................................................................................28
LAMPIRAN................................................................................................................30
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan pendidikan nasional dalam Pembukaan
UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan pendidikan
nasional menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
dirumuskan sebagai berikut : pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dalam mencapai tujuan
tersebut tentunya bukan hanya aspek kognitif saja yang harus dikembangkan
tetapi juga aspek-aspek lain yang ada didalam diri peserta didik yang mendukung
tercapainya tujuan pendidikan tersebut.
Dalam memenuhi aspek-aspek yang ada
didalam diri peserta didik tentunya membutuhkan layanan bantuan di sekolah. Konselor
dan guru merupakan suatu tim yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan.
Keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran yang lebih
efektif (Soetjipto & Raflis ,2007:64-65). Dengan demikian, layanan
bimbingan dan konseling di sekolah itu menjadi layanan bantuan yang sangat
penting. Layanan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi salah satu komponen
penunjang pendidikan dan sangat berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Oleh karena itu, dibutuhkan suatu layanan bimbingan dan konseling di sekolah
yang terorganisir dengan baik.
Melihat pentingnya layanan bimbingan
dan konseling di sekolah, saya melakukan kunjungan di sekolah SMPN 1 Pabuaran
Kab.Cirebon untuk melakukan penelitian mengenai mutu layanan bimbingan dan
konseling yang ada di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui manajemen BK, Komponen BK, Kualitas BK yang ada di sekolahan
tersebut.
B. Tujuan
Observasi
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. mengetahui
bagaimana Sistem manajemen layanan BK di SMPN 1 Pabuaran
2. mengetahui
apa dan bagaimana saja komponen BK yang ada di SMPN 1 Pabuaran
3. Mengetahui
apa saja ragam layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan di SMPN 1
Pabuaran
4. Melakukan
analisis mutu layanan BK di SMPN 1 Pabuaran
BAB II
KAJIAN TEORITIK
A. Sistem Manajemen Layanan BK
Istilah
manajemen berasal dari kata kerja (bahasa Inggris) “manage” yang berarti
mengurus, mengatur,melaksanakn, dan mengelola
(John M. Echol & Hasan saddily). Manajemen menurut arti katanya
adalah metode atau teknik untuk mengelola (mengatur) berbagai sumber daya
supaya menjadi optimal untuk menghasilkan produk (barang, jasa, tujuan)
tertentu.
Definisi menejemen mengalami perkembangan dari masa ke
masa tergantug kebutuhan organisasi, sehingga definisi manajemen yang dikemukakan
para ahli sangat beragam
Apabila diterapkan dalam pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah, maka manajemen bimbingan dan konseling adalah segala
upaya atau cara yang digunakan kepala sekolah untuk mendayagunakan secara
optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana/prasarana) dan
sistem informasi berupa himpunan data bimbingan untuk menyelenggarakan
pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan. Prinsip-prinsip
dalam Manajemen Pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi : planning,
organizing, actuating & controlling.
Dengan
demikian, sistem manajemen layanan BK merupakan sekelompok komponen dan elemen
yang digabungkan menjadi satu dalam segala upaya atau cara yang digunakan
kepala sekolah untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber
daya (tenaga, dana, sarana/prasarana) dan sistem informasi berupa himpunan data
bimbingan untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka
mencapai tujuan.
Seperti definisi yang telah disebutkan diatas, tentunya
sistem manajemen layanan BK memiliki beberapa komponen-komponen didalamnya
diantaranya:
1.
Perencanaan dan Pengorganisasian Layanan BK
Bimbingan
dan konseling dalam gerak dan pelaksanaannya tidak pernah lepas dari
perencanaan dan bersistem. Hal ini bertujuan untuk terlihatnya konteks
kontribusi bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Untuk tercapainya
program perencanaan BK yang efektif dan efisien, maka ada beberapa hal yang
harus dilakukan yaitu ; analisis kebutuhan siswa, penentuan tujuan BK, analisis
situasi sekolah, penentuan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, penetapan
metode pelaksanaan kegiatan, penetapan personel kegiatan, persiapan fasilitas
dan biaya kegiatan , dan perkiraan tentang hambatan kegiatan dan antisipasinya.
Perencanaan
Bimbingan dan Konseling adalah penentuan serangkaian tindakan atau usaha yang
dilakukan lembaga pendidik (konselor) kepada siswa (klien) agar menyesuaikan
diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup agar tercapai
tujuan yang diinginkan oleh konselor dan klien. Kegiatan yang harus
direncanakan dalam bimbingan dan konseling di sekolah.
Sedangkan
Pengorganisasian dalam pengertian bimbingan dan konseling berari suatu bentu
kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola kerja atau mekanisme
kerja kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling tidak
dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil kalau tidak diimbangi
dengan organisasi yang baik. Tanpa organisasi, itu berarti tidak adanya suatu
koordinasi, perencanaan, sasaran yang cukup jelas, serta kepemimpinan yang
berwibawa, tegar dan bijaksana. Pengorganisasian program layanan bimbingan dan
konseling di sekolah adalah upaya melibatkan orang-orang ke dalam organisasi
bimbingan di sekolah, serta upaya melakukan pembagian kerja diantara anggota
organisasi bimbingan di sekolah. (Lilis Satriah, 2018: 98-99)
2. Administrasi
BK
Pengertian
administrasi menurut etimologi. Berasal dari kata latin ad dan ministrate yang
berarti melayani atau membantu, dan memenuhi. Dari kata itu terbentuk kata
benda administration dan kata sifat administrativus yang kemudian masuk kedalam
bhassa inggris administration. Perkataan itu lalu diterjemahkakn kedalam bahsa
Indonesia yaitu administrasi. 1 usaha dan kegiatan yg meliputi penetapan tujuan
serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi; 2 usaha dan
kegiatan yg berkaitan dng penyelenggaraan kebijakan untuk mencapai tujuan; 3
kegiatan yg berkaitan dng penyelenggaraan pemerintahan; 4 kegiatan kantor dan
tata usaha;
Sedangkan
administrasi dalam arti sempat diambil dari bahasa Belanda administratie yang
berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan
pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar
mngenai keterangan-ketrangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya
antara satu sama lain. Sedangkan dalam arti luas administrasi adalah
keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atu lebih yang didasarkan asas
tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Administrasi program bimbingan dan konseling dimaksudkan
sebagai kegiatan pengaturan lalu lintas kerja pelayanan bimbingan dan konseling
sehingga kegiatan tersebut tetap lancar, efisien, dan efektif.
Pengadministrasiannya dapat berupa pencatatan data murid, penyimpanannya,
pelaporan, dan pengalihtanganan masalah murid kepada tenaga yang lebih
ahli/relevan. (Lilis Satriah, 2018: 118-120)
3.
Supervisi Kegiatan BK
Supervisi
bimbingan dan konseling merupakan satu relasi antara supervisor dan konselor
(supervisee), dimana supervisor (konselor senior) memberi dukungan dan bantuan
untuk meningkatkan mutu kinerja profesional suprvisee yang bertumpu pada
prinsip, yaitu mengakui setiap manusia mempunyai potensi untuk berkembang. (Farid,
2013: 174)
4.
Evaluasi Program BK
Evaluasi
(evaluation) adalah proses penilaian. Dalam perusahaan, evaluasi dapat
diartikan sebagai proses pengukuran akan efektivitas strategi yang dilakukan
dalam upaya mencapai tujuan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut
akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya. (Farid, 2013: 13)
B.
Komponen BK di Sekolah
1.
Petugas
Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Petugas bimbingan dan konseling di sekolah atau sering di sebut
dengan konselor adalah tenaga kerja yang profesional atau di ahli bidang itu sendiri yang mendapatkan pendidikan
khusus bimbingan dan konseling, dan berijazah asli dari sarjana program studi bimbingan
dan konseling. Petugas bimbingan
konseling profesional mencurahkan spenuh waktunya pada pelayanan dan konseling
atau di sebut juga full time guidance and counseling. (Tohirin, 2007: 15).
Adapula yang di
sebut dengan guru bk non-profesional yaitu mereka yang keilmuaanya atau latar
belakang pendidikannya bukan dari program studi bimbingan dan konseling. Mereka
yang bukan mencurahan semua perhatian kepada layanan bimbingan dan konseling
petugas bk atau guru bk non profesional adalah mereka yang dipilih dan diangkat
tidak berdasarkan keilmuan atau latar belakang profesional.
2.
Konselor
Sekolah
Konselor sekolah adalah petugas profesional yang artinya secara
formal mereka telah disiapkan oleh lembaga atau institusi pendidikan yang
berwenang. Mereka dididik secara khusus untuk menguasai seperangkat kompetensi
yang diperlukan bagi pekerjaan bimbingan dan konseling. Jadi dengan demikian
dapatlah dikatakan bahwa konselor sekolah memang sengaja dibentuk menjadi
tenaga-tenaga yang profesional dalam pengetahuan, pengalaman dan kualitas
pribadinya dalam bimbingan dan konseling.
Oleh karena itu tugas-tugas yang diembannya pun mempunyai kreteria
khusus dan tidak semua orang atau semua profesi dapat melakukanya. Tugas-tugas
konselor sekolah tersebut antara lain :
a.
Bertanggung
jawab tentang keseluruhan pelaksanaan layanan konseling di sekolah.
b.
Mengumpulkan,
menyusun, mengelola, serta menafsirkan data, yang kemudian dapat dipergunalkan
oleh semua staf bimbingan di sekolah.
c.
Memilih dan
mempergunakan berbagai instrument psikologis untuk memperoleh berbagai
informasi mengenai bakat khusus, minat, kepribadian, dan inteleginsinya untuk
masing-masing siswa.
d.
Melaksanakan
bimbingan kelompok maupun bimbingan individual (wawancara konseling).
e.
Mengumpulkan,
menyusun dan mempergunakan informasi tentang berbagai permasalahan pendidikan,
pekerjaan, jabatan atau karir, yang dibutuhkan oleh guru bidang studi dalam
proses belajar mengajar.
f.
Melayani orang
tua Wali murid ingin mengadakan konsultasi tentang anak-anaknya ( Dewa Ketut
Sukardi, 1985 : 20).
Konselor adalah seorang anggota staf sekolah dan bertanggung jawa
penuh terhadap fungsi bimbingan dan mempunyai keahlian khusus dalam bidang
bimbingan yang tidak dapat dikerjakan oleh guru biasa. Konselor / guru
pembimbing bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah dan hanya mempunyai
hubungan kerjasama dengan guru serta anggota staff lainnya.
Konselor bersama kepala sekolah merencanakan program bimbingan yang
sistematis yang meliputi :
a.
Program
pengembangan pendidikan guru.
b.
Program konsultasi
untuk guru dan orang tua.
c.
Program
konseling untuk murid.
d.
Program layanan
referral untuk murid.
e.
Program
pengembangan dan penelitian sekolah.
f.
Penelitian
hasil belajar dan layanan bimbingan lainnya. (Yusuf Dan Chatherine, 1992: 207)
Dalam menjalankan tugasnya seorang konselor sekolah harus mampu
melaksanakan peranan yang berbeda-beda dari situasi ke situasi lainnya. Pada
situasi tertentu kadang-kadang seorang konselor harus berperan sebagai seorang
teman dan pada situasi berkutnya berperan sebagai pendengar yang baik atau
sebagai pengobar/ pembangkit semangat, atau peran-peranan lain yang dituntut
oleh klien dalam proses konseling.
3.
Fasilitas BK di
Sekolah
Untuk kelancaran pelaksanaan program bimbingan dan konseling
diperlakukan prasarana dan sarana yang memadai. Fasilitas untuk
menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling menurut Prayitno (1999);
antara lain:
1.
Ruang Bimbingan
dan Konseling, meliputi : (1) Ruangan bimbingan dan konseling secara menyeluruh
terdiri dari, letaknya, bentuknya, ukuran dan suasananya, (2) Ruangan kerja
masing-masing guru pembimbing bentuknya menurut system TU atau system kotak
atau lainnya sesuai dengan ukuran dan suasananya, (3) Ruangan layanan khusus,
seperti ruangan konseling perorangan, konseling kelompok dan bimbingan kelompok
suasana dan ukurannya disesuaikan dengan jenis layanan tersebut.
2.
Perlengkapan
administrasi bimbingan dan konseling, meliputi : (1) Himpinan data, (2)
Instrumentasi bimbingan konseling, (3) Kelengkapan kantor/kerja, (4) Kelengkapan
elektronik, (5) Kelengkapan tertulis.
3.
Mengumpulkan
dan mengelola data, meliputi : (1) Kegiatan bimbingan dan konseling tersebar
pada empat bidang, yaitu bidang pribadi, social, belajar dan kerier, (2) Satuan
layanan bimbingan dan konseling disertai bukti fisik, (3) Satuan layanan
pendukung bimbingan dan konseling disertai bukti fisik, (4) Laporan pelaksanaan
layanan bimbingan dan konseling disertai bukti fisik.
C.
Masalah – Masalah di Lembaga Pendidikan
1. Masalah-
Masalah Siswa di Sekolah
Siswa di sekolah sebaga makhluk sosial dan indidu pasti
memiliki masalah, dengan taraf masalah antara siswa satu dengan yang lain
pastilah berbeda. Tohirin (2007: 111) mengungkapkan bahwa siswa di sekolah akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan
dengan:
a. Perkembangan
Individu
b. Perbedaan
Individu
c. Kebutuha
Individu
d. Penyesuaian
diri dan kelaian tingkah laku
e. Masalah
belajar
M. Hamdan Bakran Adz-Dzaky (2001) mengklasifikasikan
masalah individu termasuk siswa sebagai berikut:
1)
Masalah atau kasus yang
berhubungan problematika individu dengan Tuhannya.
2)
Masalah individu dengan
dirinya sendiri
3)
Individu dengan
lingkungan keluarga
4)
Individu dengan
lingkungan kerja
5)
Individu dengan
lingkungan sosialnya
Beberapa contoh masalah-masalah di sekolah yang
dikemukakan dalam Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling
a) Prestasi
belajar rendah atau di bawah rata-rata atau merosot
b) Kurang
berminat pada bidang studi tertentu
c) Bentrok
dengan guru
d) Melanggar
tata tertib
e) Membolos
f) Terlambat
masuk sekolahPendiam
g) Kesulitan
alat pelajaran
h) Bertengkar
atau berkelahi
i) Sukar
menyesuaikan diri
2. Masalah Berkenaan dengan Sarana dan
Prasarana
Sarana dan prasarna sekolah sangat penting dalam dunia
pendidikan karena sebagi alat pegerak suatu pendidikan. Sarana dan prasarana
pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar
mengajar, baik sevara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan.
Menurut bafadal ( 2004:2 ) sarana pendidiakn adalah semua
perangkat perlatan, bahan, dan perabot yang secara langsung di gunakan dalam
proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat
kelengkapan dasar yang scara tidak langsung menunung pelaksanaan proses
pendidikan di sekolah.
D.
Ragam Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah
1. Ragam
Bimbingan Menurut Masalah
Menurut Bimo Walgito ( 1982: 11 ) Dilihat dari masalah
individu ada empat jenis bimbingan yaitu :
a. Bimbingan
akademik
Bimbingan akademik adalah bimbingan yang
diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi serta memecahkan
masalah masalah yang berhubungan dengan akademik. Adapun macam masalah akademik
yaitu : pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan, cara belajar serta
penyelesaian tugas-tugas.
b. Bimbingan
sosial pribadi
Bimbingan ini merupakan bimbingan untuk
membantu seorang individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial pribadi.
Masalah sosial pribadi seperti : masalah hubungan dengan sesama teman, dengan
dosen, serta permasalah pemahaman sifat dan kemampuan diri.
c. Bimbingan
karir
Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk
membantu seorang individu dalam perencanaan, pengembangan serta pemecahan
masalah karir yaitu : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja,
pemahaman kondisi dan kemampuan diri, perencanaan dan pengembangan karir
d. Bimbingan
Keluarga
Bimbingan keluarga merupakan upaya
pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar
mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis.
2. Ragam
Layanan Bimbingan
Program bimbingan dan konselng mengandung empat komponen
layanan, yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan; (2) pelayanan responsif; (3)
perencanaan individual; dan (4) dukungan sistem.
a.
Pelayanan Dasar
Pelayanan dasar diartikan sebagai proses
pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman
terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis
dalam rangka mengembangkan perilaku jangka anjang sesuai dengan tahap dan tugas
perkembangannya agar mampu memilih dan mengambil keputusan dalam kehidupannya.
Dibutuhkan instrument asesmen yang terstruktur untuk dijadikan landasan
pengembangan pengalaman.
Pelayanan ini bertujuan agar konseli
memiliki (1) pemahaman tentang diri dan lingkungannya; (2) mampu mengembangkan
keterampilannya; (3) mampu menangani masalah dan memenuhi kebutuhannya; (4)
mampu mengembangkan diri untuk mencapai tujuan hidupnya. Fokus perilaku yang
dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, akadesik, dan karir.
b. Pelayanan
Responsif
Pelayanan responsif merupakan pemberian
bantuan kepada konseli dalam menghadapi kebutuhan dan masalah yang membutuhkan
bantuan dengan segera. Layanan ini lebih bersifat preventif dan kuratif.
Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok, dan
konsultasi. Tujuan layanan ini adalah membantu konseli yang mengalami hambatan
dan kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya yang dirasakan saat
itu. Fokus pengembanganya bergantung pada masalah dan kebutuhan konseli.
Isi layanan responsif ini adalah bidang
(1) pendidikan misalnya pemilihan jurasan, minat, dan bakat; (2) belajar
misalnya mengatasi kesulitan belajar; (3) sosial seperti kesulitan menyesuaikan
diri dengan lingkungan; (4) pribadi seperti kesulitan mengambil keputusan; (5)
karier seperti kesulitan memenuhi syarat atau kriteria suatu pekerjaan; (6)
tata tertib sekolah; (7) narkotika dan perjudian; (8) perilaku seks bebas.
a. Perencanaan
Individual
Perencanaan individual diartikan sebagai
bantuan kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktifitas yang
berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan
dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang
tersdia di lingkungannya.
Tujuan layanan ini dapat dirumuskan
sebagai upaya memfasilitasi konseli untuk merencanakan, memonitor, dan
mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh
dirinya sendiri. Tujuan dan keputusan ditentukan sendiri oleh konseli.
b. Dukungan
Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen
pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur, dan pengembangan
kemampuan konselor secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan
bantuan kepada konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli.
3. Ragam
Teknik Bimbingan
Teknik bimbingan yang digunakan untuk membantu
perkembangan individu yaitu:
a. Konseling
Konseling
merupakan suatu bantuan yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku
individu.Konseling dilaksanakan melalui wawancara langsung dengan
individu.Konseling tersebut ditujukan kepada individu yang normal,bukan yang
mengalami gangguan kejiwaaan,melainkan hanya mengalami kesulitan dalam
penyesuaian diri dalam suatu pendidikan ,pekerjaan,dan kehidupan sosial.
b. Nasihat
Nasihat merupakan suatu teknik bimbingan
yang diberikan kepada konselor atau pembimbing.Dalam pemberian nasihat harus
berdasarkan pada suatu masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh
individu(Klien).
c. Bimbingan
Kelompok
Bimbingan kelompok merupakan suatu bantuan
kepada individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok.Bimbingan kelompok
berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok dalam membahas
masalah-masalah pendidikan pekerjaan,pribadi,dan sosial.
d. Konseling
Kelompok
merupakan suatu bantuan pada individu
dalam situasi kelompok,bersifat pencegahan dan penyembuhan,dengan di arahkan
pada pemberian kemudahan dalam perkembangan
dan pertumbuhannya.Konseling kelompok bersifat pencegahan dalam arti bahwa
individu tersebut mempunyai kemampuan normal atau berfungsi secara wajar dalam
masyarakat.Sedangkan konseling kelompok yang bersifat memberikan kemudahan bagi pertumbuhan,artinya memberikan
kesempatan ,dorongan,dan juga arahan kepada individu-individu yang bersangkutan
untuk mengubah sikap dan perilakunya selaras dengan lingkungannya.
e. Belajar
Bernuansa Bimbingan
Suasana
kelas dan proses belajar mengajar yang
menerapkan prinsip-prinsip bernuansa bimbingan yaitu:
a). Adanya arahan atau
orientasi agar terselenggaranya belajar yang efektif,baik dalam bidang studi
yang diajarkan.
b). Menerima dan
memperlakukan individu sebagai individu yang mempunyai harga diri dengan
memahami kekurangan ,kelebihan,dan masalah-masalahnya.
c). Membina hubungan yang
dekat dengan individu,menerima individu yang akan berkonsultasi dan meminta
bantuan.
d). Meemberikan bantuan
kepada individu yang menghadapi kesulitan,terutama yang berhubungan dengan
bidang studi yang diajarkan.
e).
Pemberian informasi tentang masalah
pendidikan,pengajaran,dan jabatan/karir.
E.
Mutu Layanan BK di lembaga Pendidikan
1. Mutu
Layanan Bimbingan dan Konseling
Sampai saat ini mutu layanan bimbingan dan konseling
masih merupakan suatu konsep yang belum mantap. Berbagi car berpikir telah
dikembangkan untuk mencoba memberikan suatu pengertian mutu layanan bimbingan
dan konseling tapi dalam kenyataan konsepsi tentang mutu ini masih tetap
bergerak dalam bentuk- bentuk yang masih bersifat rethorical. Konsep mutu
layanan bimbingan dan konseling belum kita terjemahkan secara tepat ke dalam
ukuran dan tindakan yang lebih nyata.
Apabila kita merujuk pada konsep mutu yang di kemukakan
oleh wiliam J. Kolarik ( Ahmad Juntika, 2011 :55 ) mutu layanan bimbingan dan
konseling adalah mutu layanan bimbingan dan konseling yang mampu memenuhi apa
yang di harapkan oleh klien atau konseli.
2. Mutu
Proses Layanan Bimbingan dan Konseling
Dalam dunia pendidikan, proses pendidikan yang bermutu mengacu
pada kemampuan lembaga , mengintegrasikan, mendistribusi, mengelola,dan
mendayagunakan sumber-sumber pendidikan
secar optimal sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam belajar lulusan.
Berdasarkan proses pendidikan yang bermutu, maka proses
layanan dan konseling yang bermutu adalah layanan bimbingan dan konseling yang
mampu mengintegrasikan , mendistribusikan, mengelola, fasilitas, serta
pembiayaan bimbingan dan konseling secara optimal agar dapat mengembangkan
seluruh potensi siswa.
3. Mutu
Produk Layanan Bimbingan dan Konseling
Bila kita memandang mutu layanan bimbingan dan konseling
dari sisi produk, maka layanan bimbingan dan konseling yang bermutu mampu
mengembangan setiap individu seoptimal mungkin sesuai dengan harapan sisiwa,
masyarakat dan pemerintah. Laily ( 2011 ) menjelaskan harapan- harapan tersebut
berdasarkan objeknya, yaitu:
a. Harapan
Siswa
b. Harapan
Orang tua
c. Harapan
Guru Bidang Studi
d. Harapan
Kepala sekolah
e. Harapan
Pemerintah
BAB III
HASIL OBSERVASI
A. Metode
Penelitian
Penelitian
di SMPN 1 Pabuaran ini dilakukan dengan metode penggalian data melalui
wawancara kepada pihak-pihak terkait di SMPN 1 Pabuaran. Dilaksanakan pada hari
sabtu, 12 Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen
layanan BK, komponen BK, ragam layanan BK, dan untuk menganalisis mutu layanan
BK yang ada di SMPN 1 Pabuaran kab.cirebon.
B.
Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data dalam penyusunan
laporan ini mengggunakan observasi langsung kelapangan dan wawancara kepada
pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMPN 1 Pabuaran Kab.Cirebon.
C.
Lokasi Penelitian
Penelitian
ini dilakukan di SMPN 1 PABUARAN JL. P. Sutajaya No. 142 Kec. Pabuaran – Kab.
Cirebon Phone. 0231 8665731 E-Mail : smpnegeripabuaran@gmail.com.
D.
Narasumber
1. Nama : MARDIANAH
Jenis
kelamin : Perempuan
Jabatan : Koordinator BK
2. Nama : IKE ERIKA RAKI PUTRA
Jenis
kelamin : Perempuan
Jabatan : Staf BK
E.
Sistem Manajemen Layanan BK
1.
Perencanaan dan Pengorganisasian Layanan
a. Struktur
Organisasi BK SMPN 1 Pabuaran
|
Orang Tua
Siswa
|
|
Instansi
Pemerintah/Swasta, organisasi, profesi (ABKIN, PGRI), para ahli (dokter,
Psikolog)
|
KOORDINATOR
BK : MARDIANAH, S.Sos.I (siswa asuh: IX
A,B,C,D,E,F,G,H dan VII E,F,G,H)
STAF
BK : IKE ERIKA RAKI
PUTRA, S.Pd (siswa asuh: VII A,B,C,D,E,F,G,H dan VIII A,B,C,D)
b. Visi
dan Misi BK SMPN 1 Pabuaran
Dalam
layanan BK di SMPN 1 Pabuaran ini tentunya terdapat visi dan misi tersendiri.
Visi:
Bimbingan
dan Konseling adalah upaya pengembangan seluruh siswa SMPN 1 Pabuaran untuk
menjadi individu yang BERIMAN (Berprestasi, Religius, Inovatif, Mandiri, Asri
dan Nyaman)
Misi:
1.Memfasilitasi
siswa agar dapat mencari tugas perkembangan seoptimal mungkin.
2.Meningkatkan
kolaborasi, konsultasi dan kerjasama dengan guru-guru mata pelajaran, wali
kelas, orang tua siswa serta instansi terkait.
3.Peningkatan
profesionalisme guru pembimbing atau konselor melalui seminar, pelatihan atau
lokakarya.
4.Memperbaiki
dan melengkapi sarana yang diperlukan.
c. program
layanan BK di SMPN 1 Pabuaran sbb:
1.Layanan
Orientasi
2.Layanan
Informasi
3.Layanan
penempatan dan penyaluran
4.Layanan
penguasaan konten
5.Layanan
konseling individu
6.Layanan
bimbingan kelompok
7.Layanan
konseling kelompok
8.Layanan
konsultasi
9.Layanan
Mediasi
Untuk
keterangan dari program layanan BK di SMPN 1 Pabuaran terlampir di surat-surat.
2.
Administrasi BK SMPN 1 Pabuaran
Terdapat
beberapa buku catatan seperti; Program Kerja, buku kasus, RPL, Satuan Layanan,
Laporan Kerja. Untuk Program kerja, catatan layanan BK, RPL, satuan layanan,
dan evaluasi program terlampir di surat-surat.
3.
Supervisi Kegiatan BK SMPN 1 Pabuaran
Supervisi atau pengawas kegiatan BK di SMPN 1 Pabuaran tentunya
sudah ada. Seperti struktur dibawah ini:
KOORDINATOR BK :
MARDIANAH, S.Sos.I (siswa asuh: IX A,B,C,D,E,F,G,H dan VII E,F,G,H)
STAF BK :
IKE ERIKA RAKI PUTRA, S.Pd (siswa asuh: VII A,B,C,D,E,F,G,H dan VIII A,B,C,D)
4.
Evaluasi Program BK
Dalam
mengevaluasi program BK di SMPN 1 Pabuaran biasanya guru BK/Konselor sekolah
membuat angket untuk diisi para peserta didik. Selain itu, guru BK biasanya
melakukan bimbingan kelompok kemudian membagikan kertas selembar kepada para
siswa untuk diisi apa saja yang sudah didapat oleh siswa tersebut.
Untuk
contoh evaluasi program terlampir di surat-surat.
D.
Komponen BK di SMPN 1 Pabuaran
1.
Petugas BK
Terdapat
beberapa petugas yang membantu berjalannya program layanan BK di SMPN 1
Pabuaran ini diantaranya; Guru BK/Konselor sekolah, Wali kelas, dan Kesiswaan.
a. Guru
BK bertugas sebagai yang melayani siswa dalam melakukan bimbingan dan konseling
di sekolah.
b. Wali
Kelas bertugas sebagai yang mengawasi dan mengontrol siswa kemudian
berkoordinasi dengan guru BK.
c. Kesiswaan
bertugas sebagai yang mengontrol siswa kemudian
berkoordinasi dengan guru BK untuk menangani siswa-siswa yang
bermasalah.
2.
Konselor Sekolah
Konselor
sekolah di SMPN 1 Pabuaran itu guru BK dan juga staff BK.
KOORDINATOR BK :
MARDIANAH, S.Sos.I (siswa asuh: IX A,B,C,D,E,F,G,H dan VII E,F,G,H)
STAF BK :
IKE ERIKA RAKI PUTRA, S.Pd (siswa asuh: VII A,B,C,D,E,F,G,H dan VIII A,B,C,D)
3.
Fasilitas BK
Fasilitas
yang telah diberikan pihak sekolah untuk layanan bimbingan dan konselig di SMPN
1 Pabuaran diantaranya: 1 ruang konseling, 2 meja dan kursi untuk guru BK,
lemari buku, 1 meja dan 4 kursi untuk melakukan bimbingan konseling kelompok,
buku-buku administrasi BK.
Fasilitas yang belum ada dalam
layanan BK di SMPN 1 Pabuaran diantaranya: Ruang khusus konseling individu,
ruang terapi, PC/komputer, dan ruang baca.
E.
Masalah-Masalah yang ditangani BK Sekolah
1.
Masalah yang berkaitan dengan sarana prasarana
Menurut
narasumber, untuk masalah yang berkaitan dengan sarana prasarana di sekolah guru
BK di SMPN 1 Pabuaran sendiri tidak terlalu berperan dan belum pernah menangani
masalah sarana prasarana yang ada di sekolah.
2.
Masalah siswa dan tugas belajar
Menurut narasumber, masalah-masalah yang ditangani oleh
BK sekolah itu adalah masalah dari peserta didik. Terdapat banyak masalah yang
telah ditangani oleh guru BK di SMPN 1 Pabuaran, diantaranya: siswa yang bolos,
siswa yang melanggar aturan sekolah, siswa merokok, siswa yang kurang
berprestasi, siswa yang tidak mengerjakan tugas sekolah, siswa yang tidak dapat
beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam menangani masalah-masalah tersebut,
guru BK melakukan beberapa langkah-langkah tertentu, seperti:
a. memanggil
siswa yang bermasalah ke ruang konseling
b. melakukan
identifikasi masalah
c. memberikan
layanan bantuan dalam menemukan solusi dari masalah siswa tersebut baik melalui
konseling kelompok maupun konseling individu.
d. memberikan
motivasi-motivasi kepada siswa tersebut
3.
Masalah lainnya
Terdapat
masalah lain yang terjadi pada siswa di SMPN 1 Pabuaran selain dari masalah
tugas belajarnya adapula masalah siswa seperti siswa yang mengonsumsi
obat-obatan (narkotika). Dalam menangani kasus tersebut guru BK berkoordinasi
dengan kesiswaan, memanggil terlebih dahulu siswa yang bermasalah tersebut dan
juga orang tua dari siswa, kemudian melakukan alih tangan kasus kepada pihak
kepolisian.
F.
Ragam Layanan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Pabuaran
1. Layanan Dasar
Layanan
dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua siswa
melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara
sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal. Terdapat
beberapa strategi yang dilakukan dalam melakukan layanan dasar di SMPN 1
Pabuaran, diantaranya:
a) Bimbingan Klasikal
Bimbingan
klasikal ini biasa dilakukan oleh guru BK SMPN 1 Pabuaran dengan cara
mengumpulkan para siswa kemudian guru BK/konselor memberikan suatu
tema/pembahasan mengenai masalah-masalah yang sedang marak pada saat itu dan
siswa disini diinstruksikan untuk memberikan pendapatnya mengenai masalah
tersebut, setiap siswa diberikan kertas selembar untuk menuliskan apa saja
dampak negatif maupun positif masalah tersebut, kemudian menyimpulkannya.
b) Layanan Orientasi
Layanan
orientasi di SMPN 1 Pabuaran ini biasanya dilakukan ketika ajaran baru yaitu
ketika MOS (Masa Orientasi Siswa). Disini guru BK memberikan beberapa informasi
mengenai sekolah,
c) Layanan Informasi
Layanan
informasi yang dilakukan di SMPN 1 Pabuaran biasanya guru BK melakukan
kunjungan ke kelas-kelas untuk memberikan informasi-informasi seperti:
informasi tentang jurusan, informasi tentang perbedaan sekolah khususnya pada
tingkat SLTA seperti SMA, SMK, dll. Biasanya sebelum memberikan
informasi-informasi tersebut biasanya guru BK memberikan angket terlebih dahulu
kepada para siswa.
d) Bimbingan Kelompok
Bimbingan
kelompok yang dilakukan di SMPN 1 Pabuaran biasanya guru BK mengumpulkan para
siswa sekitar 4-7 siswa di ruang BK kemudian memberikan informasi-informasi
yang dibutuhkan oleh para siswa dan siswa diinstruksikan untuk menyimpulkan
atau mereview ulang materi yang telah disampaikan oleh guru BK.
e) Himpunan Data
Himpunan
data ini guru BK melakukan pengumpulan data-data seperti: Data pribadi siswa,
data kehadiran siswa, data psikotest, dan data sosiometri. Untuk memperoleh
data-data tersebut guru BK melakukan koordinasi dengan walikelas dan juga
menggunakan instrumen tes kepada para siswa.
2. Pelayanan Responsif
Layanan
Responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan
yang dirasakan sangat penting oleh siswa pada saat ini dan layanan ini
diberikan kepada siswa dengan segera. Dalam pelayanan responsif di sekolah ini
terdapat beberapa strategi implementasi, diantaranya:
a. Konseling
Kelompok
Konseling
kelompok ini dilakukan di ruang BK oleh guru BK. Pelaksanaannya yaitu dengan
cara mengumpulkan para siswa yang bermasalah ke ruang BK kemudian setiap siswa
diinstruksikan untuk mengungkapkan masalahnya masing-masing yang kemudian
setiap siswa memberikan bantuan solusi atau saran terhadap masalah yang dialami
temannya tersebut.
b. Konseling
Individu
Konseling
individu ini dilakukan oleh guru BK dan siswa di ruang BK. Pelaksanaannya yaitu
dengan memanggil siswa yang bermasalah kemudian memberikan bantuan untuk
menemukan solusi dari permasalahannya tersebut.
c. Alih
tangan kasus
Alih tangan ini dilakukan oleh guru BK
terhadap siswa-siswa yang sudah tidak dapat ditangani oleh guru BK.
Pelaksanaannya yaitu guru BK berkoordinasi dengan kesiswaan dan orang tua dari
siswa yang bersangkutan kemudian dialih tangani oleh pihak yang lebih
berpotensi dalam menangani kasus siswa yang bersangkutan.
d. Konsultasi
Konsultasi
ini dilakukan oleh siswa terhadap guru BK di ruang BK. Pelaksanaannya yaitu guru
BK melayani siswa dalam melakukan konsultasi baik itu masalah mengenai karir,
belajar, sosial, keluarga, dll.
e. Kunjungan
rumah
Kunjungan rumah dilakukan oleh guru BK ke
rumah siswa yang bersangkutan. Kunjungan rumah biasanya dilakukan ketika masalah
siswa sudah tidak dapat diselesaikan dengan cara melakukan konseling di ruang
BK saja atau karena orang tua dari siswa tidak mau untuk berkunjung ke sekolah.
f. Konferensi Kasus
3. Pelayanan Perencanaan Individu
Layanan perencanaan individual adalah upaya bimbingan
yang bertujuan membantu seluruh siswa membuat dan mengimplementasikan
rencana-rencana pendidikan, karier, dan kehidupan sosial pribadinya. Terdapat
strategi implementasi dari pelayanan ini, diantaranya:
a) Pelayanan
penempatan dan penyaluran
b) kolaborasi
antara guru mata pelajaran, orang tua dan pihak terkait
G.
Analisis Mutu Layanan BK SMPN 1 Pabuaran
1.
Mutu layanan
Dilihat
dari segi layanan sendiri SMPN 1 Pabuaran ini sudah cukup baik dan
terorganisir.
- Dari segi layanan yang diberikan di SMPN 1 Pabuaran ini
terdapat 4 komponen yaitu: Layanan dasar, pelayanan responsif, perencanaan
individual, dan dukungan sistem. Semua komponen tersebut sudah sesuai dengan 4
Komponen layanan yang ada dalam teori seperti yang disebutkan oleh Sugeng dan
Faridah (2010) bahwa Layanan bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah
diklasifikasikan ke dalam empat komponen layanan yaitu: 1. Layanan dasar, 2.
pelayanan responsif, 3. perencanaan individual, dan 4.dukungan sistem.
2.
Mutu Proses
Hampir
sama dengan mutu layanan, mutu proses SMPN 1 Pabuaran ini cukup baik.
-
dari segi metode dalam
mengevaluasi program layanan BK yang dilakukan di SMPN 1 Pabuaran ini sudah cukup
baik karena sesuai dengan pendekatan Metode Evaluasi Pelaksanaan Program Bimbingan
dan Konseling menurut Shetzer dab Stone (1983) yaitu dengan menggunakan metode
pendekatan dan metode survei, prosedur yang dipakai dalam pendekatan dan metode
survei biasanya dengan mengumpulkan sebanyak mungkin data tentang masukan
(siswa), proses, dan hasil yang merupakan keluaran program. Temuan yang
diperoleh dirumuskan dalam profil yang bersifat deskriptif kuantitatif maupun
kualitatif. Di SMPN 1 Pabuaran ini mengevaluasi programnya dengan cara
menyebarkan angket kepada para peserta didik melalui metode bimbingan kelompok.
- Dari segi
manajemen SMPN 1 Pabuaran ini cukup baik dilihat dari perencanaan programnya
yang sudah sesuai yaitu adanya program
per semester, per bulan dan program mingguan seperti yang telah
disebutkan oleh Djawad (2005) bahwa salah satu jenis program yang harus
dirancang dan diprogramkan dalam layanan BK di sekolah yaitu program tahunan. Program tahunan ini dijabarkan menurut alokasi waktu pada setiap
semester, program bulanan, bahkan program mingguan.Oleh karena itu, perlu
dibuat dalam satu matriks atau schedule. Dalam program itu dicantumkan substansi kegiatan, jenis layanan
menurut alokasi waktu.
- dari pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling
di SMPN 1 pabuaran ini sudah sesuai dengan teori yang ada. Seperti yang
disebutkan oleh Maman (2006) bahwa pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan konseling di dalam jam pembelajaran sekolah /
madarasah dapat dibentuk :
1) Kegiatan tatap muka secara klasikal dan.
2) Kegiatan non tatap muka.
3.
Mutu Produk
Dilihat dari mutu produk di SMPN 1 Pabuaran ini sudah
lumayan baik karena sudah banyak masalah-masalah siswa yang tertangani dengan
baik dan juga koordinasi yang dilakukan oleh guru BK dengan pihak terkait
dilakukan dengan baik.
-
Guru BK yang bertugas di
SMPN 1 pabuaran juga sudah sesuai dengan teori tipe petugas bk yang
professional menurut Tohirin (2007) dalam bukunya:
“petugas bk professional
adalah mereka yang direkrut atau diangkat atas dasar kepemilikan ijazah atau
latar belakang pendidikan profesi dan melaksanakan tugas khusus sebagai guru BK
(tidak mengajar).”
Kedua guru BK di SMPN 1
Pabuaran semuanya merupakan lulusan dari program studi BK dan tidak mengajar
pada mata pelajaran apapun di sekolah tersebut selain menjadi guru BK.
- dari segi fasilitas BK SMPN 1 Pabuaran ini masih kurang
memadai karena masih belum memenuhi kriteria. Seperti yang direkomendasikan
oleh ABKIN (2007) ruang Bimbingan dan Konseling di sekolah yang dianggap
standar, dengan kriteria sebagai berikut:
1.Letak
lokasi ruang Bimbingan dan Konseling mudah diakses (strategis) oleh konseli
tetapi tidak terlalu terbuka sehingga prinsip-prinsip konfidensial tetap
terjaga.
2.Jumlah
ruang bimbingan dan konseling disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan
jumlah ruangan
3.Antar
ruangan sebaiknya tidak tembus pandang
4.Jenis
ruangan yang diperlukan meliputi: (a) ruang kerja; (b) ruang administrasi/data;
(c) ruang konseling individual; (d) ruang bimbingan dan konseling kelompok; (e)
ruang biblio terapi; (f) ruang relaksasi/desensitisasi; dan (g) ruang tamu.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melihat
dari tujuan pendidikan sendiri, layanan bimbingan dan konseling di sekolah itu
memiliki peranan yang sangat penting. Karena melalui Bimbingan dan Konseling
ini siswa dikembangkan potensinya baik dari segi kognitif, afektif,
psikomotorik maupun spiritualnya. Begitupula pelayanan bimbingan dan konseling
yang dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran ini yang manajemen pelayanan, komponen BK,
masalah yang ditangani, ragam layanan BK, dan mutu layanannya sudah cukup baik
karena memenuhi prosedur yang ada. Karena ketika mutu pelayanan BK yang
diberikan itu baik maka akan mudah tercapai tujuan dari Bimbingan dan Konseling
itu sendiri. Tentunya masih terdapat kekurangan dari mutu layanan BK di SMPN 1
Pabuaran ini hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa hal yang belum memenuhi
prosedur seperti dari komponen BK yang ada dan dari segi masalah yang telah
ditangani.
DAFTAR
PUSTAKA
ABKIN. 2007. Rambu-rambu
penyelenggaran bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal.
Bandung: ABKIN.
Adz-Dzaky,
Hamdan Bakran. 2001. Psikoterapi dan
Konseling dalam Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Bafadal,
Ibrahim. 2004. Peningkatan
Profesionalisme Guru Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Dahlan, Djawad. 2005.
Pendidikan dan Konseling di Era Global
dalam perspektif Prof.Dr. M. Djawad Dahlan. Bandung: RIZQI.
Mashudi,
Farid. 2013. Panduan Evaluasi &
Supervisi Bimbingan dan Konseling. Jogjakarta: Diva Press.
Nurihsan,Ahmad
Juntika. 2011. Bimbingan dan Konseling
dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Prabowo, Sugeng
L & Faridah Nurmaliyah. 2010. PERENCANAAN
PEMBELAJARAN, Pada Bidang Studi, Bidang Studi Tematik, Muatan Lokal, Kecakapan
Hidup, Bimbingan dan Konseling. Malang: UIN MALIKI PRESS.
Prayitno. 1999. Dasar-dasar
bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Satriah, Lilis.
2018. Panduan Bimbingan dan Konseling
Pendidikan. Bandung: FOKUSMEDIA
Sukardi, Dewa Ketut. 1985. Pengantar Teori Konseling: Suatu Uraian Ringkas. Jakarta: Penerbit
Ghalia Indonesia.
Tohirin, 2007. Bimbingan
dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Ukas, Maman.
2006. Manajemen: Konsep, Prinsip, dan
Aplikasi. Bandung: Agnini.
Walgito, Bimo.
1992. Pengantar Psikologi Umum.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
LAMPIRAN
DOKUMENTASI
Tampak Ruangan BK dari luar
SURAT-SURAT:
0 komentar:
Posting Komentar